Transformasi tenaga kerja global yang berlangsung secara cepat telah meningkatkan perhatian terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z, terutama karena generasi muda semakin memprioritaskan makna psikologis, keselarasan moral, dan kesejahteraan emosional dibandingkan loyalitas organisasi konvensional. Meskipun kajian mengenai religiusitas dan psikologi positif dalam studi organisasi terus berkembang, mekanisme psikologis yang menjelaskan bagaimana orientasi religius memengaruhi turnover intention masih belum dijelaskan secara memadai, khususnya dalam konteks budaya non-Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran mediasi kebersyukuran dalam hubungan antara orientasi religius dan turnover intention pada karyawan Generasi Z di Yogyakarta, Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan melibatkan 462 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4 dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5.000 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi religius berpengaruh positif terhadap kebersyukuran, yang mengindikasikan bahwa internalisasi spiritual yang lebih kuat meningkatkan kemampuan individu dalam memaknai pengalaman kerja melalui pembentukan makna emosional yang positif. Kebersyukuran juga terbukti secara signifikan menurunkan turnover intention dengan memperkuat ketahanan psikologis dan keterikatan emosional terhadap pekerjaan. Namun demikian, orientasi religius juga menunjukkan pengaruh langsung positif terhadap turnover intention, yang mengindikasikan bahwa karyawan Generasi Z dengan religiusitas tinggi memiliki sensitivitas moral yang lebih besar terhadap ketidaksesuaian nilai organisasi. Selain itu, kebersyukuran terbukti memediasi secara parsial hubungan antara orientasi religius dan turnover intention dengan mentransformasikan orientasi spiritual dari potensi sumber ketegangan moral menjadi mekanisme ketahanan adaptif. Temuan ini memperluas literatur perilaku organisasi melalui integrasi psikologi positif, orientasi religius, dan nilai budaya Jawa dalam kerangka tenaga kerja lintas budaya. Penelitian ini menawarkan perspektif baru bahwa turnover intention pada Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh faktor struktural atau ekonomi, tetapi juga oleh interaksi antara spiritualitas, regulasi emosional, dan sistem makna berbasis budaya dalam lingkungan organisasi kontemporer.