Baktiar Nasution
Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalizing Moral Education Values in Sufism: A Comparative Study of Al-Ghazali’s and Ibn Taymiyyah’s Thought Rahmad Fauzi Lubis; Zalisman; Mursal; Baktiar Nasution
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.78

Abstract

Contemporary Islamic education faces a persistent challenge in bridging the gap between moral knowledge and moral practice, as moral instruction often remains cognitive and formalistic without leading to meaningful character transformation. This study aims to comparatively analyze the thoughts of Imam al-Ghazali and Ibn Taymiyyah on the internalization of moral education values in Sufism, with a focus on their epistemological foundations, mechanisms of internalization, and educational implications. Employing a qualitative library research design, this study draws on primary classical texts and recent scholarly literature, analyzed through qualitative content analysis and comparative synthesis. The findings reveal that al-Ghazali conceptualizes moral internalization as a process of inward transformation grounded in tazkiyat al-nafs, spiritual discipline, and the cultivation of the heart, whereas Ibn Taymiyyah emphasizes normative alignment through the purification of tawhid, the strengthening of faith, and disciplined adherence to the Qur’an and Sunnah. While differing in methodological emphasis, both perspectives converge in viewing morality as an integrated expression of inner disposition and outward action. This study proposes a dual-process model of moral internalization that integrates inward spiritual transformation with normative discipline as a comprehensive framework for moral education. The study contributes theoretically by offering an integrative conceptual model and practically by providing a foundation for designing value-based educational practices that address the limitations of purely cognitive approaches. These findings highlight the need for a balanced educational paradigm that fosters both inner awareness and consistent moral action in contemporary Islamic education.
Literasi dan Transformasi Pendidikan Islam dalam Penguatan Identitas Keislaman di Tengah Modernitasi Baktiar Nasution
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.3122

Abstract

Di era modernisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan globalisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam mempertahankan identitas keislaman. Artikel ini mengeksplorasi literasi dan transformasi pendidikan Islam sebagai alat untuk memperkuat identitas keislaman di tengah arus modernisasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai aspek literasi Islam, termasuk literasi agama, budaya, dan digital, serta bagaimana literasi ini diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam. Transformasi pendidikan Islam dibahas dalam konteks pembaruan metode pengajaran, integrasi teknologi, dan penyesuaian kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi dan transformasi pendidikan Islam yang terencana dan terarah dapat menjadi kunci dalam menjaga dan memperkuat identitas keislaman di tengah pengaruh modernitas. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara dinamis dan relevan di era modern. Artikel ini menyimpulkan bahwa sinergi antara literasi dan transformasi pendidikan Islam merupakan strategi efektif untuk membangun generasi Muslim yang kokoh dalam identitas keislaman sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.