Fendy Eko Wahyudi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENELUSURI UPAYA INDONESIA DALAM MELINDUNGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DARI HUKUMAN MATI: STUDI KASUS ETTY BINTI TOYIB DI ARAB SAUDI ERA JOKO WIDODO Felycia Oxana Kusuma; Fendy Eko Wahyudi
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50690

Abstract

Sejak kemerdekaannya, Indonesia dan Arab Saudi telah menjalin hubungan diplomatik yang mencakup berbagai sektor, termasuk ketenagakerjaan. Hubungan ini membuka peluang bagi banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mencari penghidupan yang lebih baik di Arab Saudi. Namun, PMI kerap menghadapi berbagai permasalahan serius di negara tersebut, salah satunya ancaman hukuman mati. Salah satu kasus yang menonjol adalah Etty binti Toyib, yang pada tahun 2002 dijatuhi hukuman mati atas tuduhan meracuni majikannya, Faisal Al-Ghamdi. Sebagai bagian dari implementasi Diplomasi Pro Rakyat, pemerintah Indonesia di era Joko Widodo bertanggung jawab dalam memberikan pelindungan terhadap Etty. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pelindungan diplomatik dan diplomasi untuk menganalisis langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam membebaskan Etty dari ancaman hukuman mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia menerapkan strategi diplomasi melalui jalur formal maupun informal. Kombinasi berbagai upaya tersebut berhasil membebaskan Etty dan memulangkannya ke tanah air. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran sejumlah aktor serta negosiasi intensif dengan keluarga korban.
MENELUSURI KEBIJAKAN TERKAIT UPAYA PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONEISA: STUDI KEBIJAKAN SPECIFIED SKILLED WORKER DI JEPANG Fera Cahya Puspita; Fendy Eko Wahyudi
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i2.50697

Abstract

Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan persahabatan sejak tahun 1958. Pada tahun 2006, kedua negara sepakat untuk menandatangani inisiatif kerja sama Indonesia Japan Economic Partnership (IJEPA) sebagai bagian dari kerja sama bilateral mereka, yang mencakup sektor ketenagakerjaan. Perubahan dalam kebijakan imigrasi Jepang menyebabkan diperkenalkannya visa Specified Skilled Worker (SSW) pada tahun 2019. Program ini dibuat untuk mengatasi berbagai masalah yang muncul di bawah Program Technical Intern Training Program (TITP) sebelumnya. Namun, implementasi program SSW terus menghadapi tantangan yang sama. Sebagai negara yang mengirimkan pekerja di bawah skema ini, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan perlindungan bagi warganya yang bekerja di Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk melindungi pekerja migran dengan visa SSW sebelum, selama, dan setelah masa kerja mereka. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan, berdasarkan teori liberalisme saling ketergantungan, di samping konsep kerja sama internasional, tujuan nasional, koordinasi, dan kolaborasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah Indonesia meliputi penandatanganan nota kerja sama dengan pemerintah Jepang, koordinasi antar lembaga terkait, dan kolaborasi dengan lembaga pelatihan kompetensi (LPK). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia harus memperkuat komitmen kebijakannya untuk secara efektif melindungi pekerja migran yang memegang visa SSW.