Putri Wening Nurani
Departement of International Relations, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONVENSI APOSTILLE DAN TRANSFORMASI LAYANAN PUBLIK: ANALISIS PENCEGAHAN PEMALSUAN DOKUMEN DALAM KONTEKS HUBUNGAN PEOPLE-TO-PEOPLE DI INDONESIA Putri Wening Nurani; Ika Riswanti Putranti
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50700

Abstract

AbstrakPemalsuan dokumen atau document fraud merupakan kejahatan transnasional yang berpotensi mengancam keamanan, ekonomi, dan stabilitas diplomatik suatu negara. Dalam konteks hubungan antar individu lintas negara (People-to-People - P2P), pemalsuan dokumen dapat memfasilitasi kejahatan seperti perdagangan manusia, pencucian uang, dan penyelundupan ilegal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Konvensi Apostille sebagai upaya pencegahan terhadap pemalsuan dokumen dalam konteks hubungan people-to-people (P2P) guna mengatasi kejahatan transnasional terorganisir di Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup evaluasi mekanisme verifikasi dokumen melalui sertifikat Apostille, identifikasi tantangan implementasi, serta penilaian efektivitas kebijakan dalam meminimalisasi potensi penyalahgunaan dokumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif analisis, di mana data diperoleh melalui studi literatur dan analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengadopsi Konvensi Apostille sejak tahun 2021, masih terdapat kendala seperti kesiapan infrastruktur digital, kurangnya harmonisasi regulasi, dan koordinasi antar instansi pemerintah yang belum optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kesadaran publik, pelatihan sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi verifikasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas penerapan konvensi dalam mencegah pemalsuan dokumen.Kata kunci : Pemalsuan dokumen, Konvensi Apostille, People-to-People (P2P), Kejahatan Transnasional, Verifikasi Dokumen.