Nida Nabila Robani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Movements of Posyandu with stunting awareness theme Melia Febrianty Putri; Nida Nabila Robani
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62044

Abstract

The health examination program is important for the community, especially for children at risk of stunting. Posyandu cadres are the main movers in all activities carried out by the Posyandu. It cannot be denied that the Posyandu cadre movement benefits its existence. In various regions in Indonesia, there is stunting, one of which is in Taringgul Tonggoh village located in Wanayasa sub-district, Purwakarta district. This may indicate the need for awareness regarding stunting from various parties. This service aims to discover out's role of Posyandu after the COVID-19 pandemic in preventing stunting rates in Wanayasa District, Purwakarta. Service activities by helping at different Posyandu on the 7th, 8th, 9th, and 10th follow different Posyandu schedules. The service results show four Posyandu, namely Posyandu Andita 1 and 2, Cihaur Mekar, and Peuntas Mekar, the stunting problem in Taringgul Tonggoh Village was recorded at 14 toddlers. Routine health checks, counseling, and providing additional food (PMT) are solutions to prevent increased stunting.   Abstrak Program pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting bagi masyarakat, terkhusus anak yang berisiko stunting. Kader Posyandu merupakan penggerak utama pada seluruh kegiatan yang dilaksanakan Posyandu. Hal tersebut tak dapat dipungkiri bahwa adanya gerakan kader Posyandu sangat bermanfaat keberadaannya. Di berbagai daerah di Indonesia terdapat stunting, salah satunya yaitu di desa Taringgul Tonggoh yang terletak di kecamatan Wanayasa, kabupaten Purwakarta. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa perlunya kesadaran mengenai stunting yang dilakukan dari berbagai pihak. Pengabdian ini ditujukan untuk mengetahui peran Posyandu setelah pandemic COVID-19 dalam mencegah angka stunting di Kecamatan Wanayasa, Puwakarta. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan cara membantu pada Posyandu yang berbeda-beda pada tanggal 7, 8, 9, dan 10 mengikuti jadwal Posyandu yang berbeda-beda. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat empat Posyandu yaitu Posyandu Andita 1 dan 2, Cihaur Mekar, dan Peuntas Mekar, permasalahan stunting di Desa Taringgul Tonggoh tercatat sebanyak 14 balita. Adanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan solusi untuk mencegah peningkatan stunting.  Kata Kunci: Gizi; kader Posyandu; stunting