Alya Hafizza
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of information and communication technology in the Library of SMAN 1 Bandung Alya Hafizza; Angga Hadiapurwa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81559

Abstract

The Library and Information Science Study Program of Universitas Pendidikan Indonesia has a vision to become a superior and characterful study program in the library and information science field. To achieve this vision, this study program organizes the Librarian Professionalism Internship Program as one of the mandatory programs for seventh-semester students. This program aims to provide students with direct experience in understanding librarianship practices, especially in school libraries. This program directly involves students practicing in the library and gaining experience in library management. The program results are then presented in writing using a qualitative approach and case study method with a focus on the application of ICT, organizing information, and user guidance. Through this program, students can learn various aspects of the implementation of librarianship, different from institutional libraries, and develop relevant technical (hard skills) and non-technical (soft skills). The school library itself has a strategic role as a means of supporting lifelong learning by providing easier access to information to students. The study results explain that the application of ICT in the SMAN 1 Bandung Library focuses more on the automation of library collections, while providing circulation services is still done manually.   Abstrak Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia memiliki visi untuk menjadi program studi unggul dan berkarakter di bidang perpustakaan dan sains informasi. Sebagai bagian dari upaya pencapaian visi tersebut, program studi ini menyelenggarakan Librarian Professionalism Internship Program sebagai salah satu program wajib bagi mahasiswa semester tujuh. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik kepustakawanan, khususnya di perpustakaan sekolah. Program ini langsung melibatkan mahasiswa untuk langsung praktik di perpustakaan dan menggali pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan. Hasil dari program tersebut kemudian disampaikan secara tertulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus dengan berfokus pada penerapan TIK, pengorganisasian informasi, dan bimbingan pemustaka. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek pelaksanaan kepustakawanan yang berbeda dari perpustakaan lembaga, serta mengembangkan kemampuan teknis (hard skills) dan non-teknis (soft skills) yang relevan. Perpustakaan sekolah sendiri memiliki peran strategis sebagai sarana pendukung pembelajaran sepanjang hayat dengan memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada peserta didik. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa penerapan TIK di Perpustakaan SMAN 1 Bandung lebih berfokus pada otomasi koleksi perpustakaan sedangkan dalam menyajikan layanan sirkulasi masih dilakukan secara manual. Kata Kunci: magang; manajemen perpustakaan; perpustakaan sekolah
Strengthening regional public library services through P3KNK experiential learning community service Alya Hafizza
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95038

Abstract

Public libraries play a strategic role as centers for lifelong learning, strengthening information literacy, and developing the quality of human resources at the community level. This community service activity is implemented through the Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) in response to limited human resources and suboptimal services at regional public libraries. Through experiential learning, this program positions students as service actors directly involved in core library activities, thus functioning not only as interns but also as partners in service strengthening. A qualitative descriptive approach is used to analyze the process and impact of program implementation through participant observation, documentation, and reflective notes. The results show that direct student involvement can enhance students' professional competence and make a meaningful contribution to collection management, service effectiveness, and managerial support at partner libraries. The novelty of this activity lies in the integration of P3KNK as an experiential learning-based service model that simultaneously links student competency strengthening with the real needs of regional public libraries, resulting in dual benefits for educational institutions and the community. These findings confirm that P3KNK has the potential to serve as a model for applicable, contextual, and sustainable librarianship services that strengthen community-based library services.   Abstrak Perpustakaan umum memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, penguatan literasi informasi, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia di tingkat masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Program Penguatan Profesi Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) sebagai respons terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan belum optimalnya layanan pada perpustakaan umum daerah. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), program ini menempatkan mahasiswa sebagai aktor pengabdian yang terlibat langsung dalam aktivitas inti perpustakaan, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai peserta magang, tetapi sebagai mitra penguatan layanan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis proses dan dampak pelaksanaan program melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan catatan reflektif. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa secara langsung mampu meningkatkan kompetensi profesional mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan pengelolaan koleksi, efektivitas layanan, dan dukungan manajerial perpustakaan mitra. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi P3KNK sebagai model pengabdian berbasis experiential learning yang mengaitkan penguatan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan nyata perpustakaan umum daerah secara simultan, sehingga menghasilkan manfaat ganda bagi institusi pendidikan dan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa P3KNK berpotensi menjadi model pengabdian kepustakawanan yang aplikatif, kontekstual, dan berkelanjutan dalam penguatan layanan perpustakaan berbasis komunitas. Kata Kunci: kompetensi kepustakawanan; pengabdian kepada masyarakat; perpustakaan umum