Nisrina Sifahumaria
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Librarian professionalism internship program at SMP Negeri 40 Bandung Nisrina Sifahumaria; Siti Nuraeni Azzahro
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81565

Abstract

Internship activities are essential for channeling students' knowledge acquired during their studies into the workforce, particularly in fields related to their chosen majors. This article aims to present the results of an internship at the SMP Negeri 40 Bandung library. The method used in this internship activity began with observing the library space, analyzing the problems and needs of the library, and designing a program that addressed those needs. The internship at the SMP Negeri 40 Bandung library provided valuable experiences and learning, offering positive insights for students regarding the role and existence of a school library. Several internship outcomes included organizing and preserving library materials, circulation services focused on book borrowing and returns, and implementing Information and Communication Technology (ICT) in the library, particularly through OPAC (Online Public Access Catalog). However, the internship outcomes were not fully maximized due to several factors, including limited access and other constraints from the school.   Abstrak Kegiatan magang sangat diperlukan untuk menyalurkan pengetahuan mahasiswa selama perkuliahan dalam dunia kerja yang relevan dengan jurusan yang diambil. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan magang yang telah dilaksanakan di perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung. Metode pengabdian yang digunakan pada kegiatan magang ini yaitu diawali dengan mengamati ruang perpustakaan, menganalisis masalah dan kebutuhan perpustakaan serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan magang yang telah terlaksana di perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung ini telah memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran yang bernilai positif bagi pandangan serta wawasan mahasiswa terhadap keberadaan suatu perpustakaan sekolah. Beberapa hasil yang telah dilaksanakan dari kegiatan magang ini yaitu program pengorganisasian bahan pustaka di perpustakaan, pelestarian bahan pustaka, layanan sirkulasi di perpustakaan yang berfokus pada peminjaman dan pengembalian buku, serta penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di perpustakaan dengan mengoperasikan OPAC (Online Access Public Catalog). Namun, dari hasil magang tersebut tidak terlalu maksimal dikarenakan banyak faktor yang kurang bisa dipenuhi dari pihak sekolah karena keterbatasan akses dan lain sebagainya. Kata Kunci: kegiatan perpustakaan; perpustakaan sekolah; program magang
Internship students practice in library services at Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) of Bandung City Nisrina Sifahumaria
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.95019

Abstract

Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) at the Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) of Bandung City is a practical training program that provides students with direct experience in library management and services. The program was implemented over 40 working days and included shelving, circulation services, children’s and youth services, user assistance, information searching, weeding, and restoration of library materials. Students also applied Information and Communication Technology (ICT) using computers, spreadsheets, web browsers, email, and INLIS Lite. The program was carried out in three phases: pre-implementation, implementation, and post-implementation. The results indicate that the P3KNK program supports library services by assisting librarians with routine operational activities and improving service delivery, particularly in collection organization and user services. However, several challenges were identified, including limited human resources, the absence of written guidelines for preservation activities, constraints in information retrieval, user misunderstandings regarding loan extensions, and limited internship duration. These challenges were addressed through coordination with librarians and collaboration among student participants. Overall, the implementation of the P3KNK program contributed to student professional development while simultaneously supporting the continuity of library services at Disarpus Bandung City.   Abstrak Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung merupakan program praktikum yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengelolaan dan layanan perpustakaan. Program ini dilaksanakan selama 40 hari kerja dengan berbagai kegiatan, seperti penjajaran koleksi (shelving), layanan sirkulasi, layanan anak dan remaja, pendampingan pemustaka, penelusuran informasi, weeding, serta restorasi bahan perpustakaan. Mahasiswa juga menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui penggunaan komputer, spreadsheet, web browser, email, dan INLISLite. Pelaksanaan program meliputi tiga tahap, yaitu pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program P3KNK mendukung layanan perpustakaan melalui bantuan tenaga dalam pelaksanaan tugas operasional rutin dan kelancaran alur layanan, khususnya pada penataan koleksi dan layanan pemustaka. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketiadaan panduan tertulis dalam kegiatan preservasi, permasalahan temu balik informasi, kesalahpahaman pemustaka mengenai perpanjangan peminjaman, serta keterbatasan waktu magang. Kendala tersebut diatasi melalui koordinasi dengan pustakawan dan kerja sama antar praktikan. Secara keseluruhan, pelaksanaan program P3KNK berkontribusi pada pengembangan kompetensi profesional mahasiswa sekaligus mendukung keberlangsungan layanan perpustakaan di Disarpus Kota Bandung. Kata Kunci: Disarpus Kota Bandung; layanan perpustakaan; praktikum kepustakawanan