Choirul Singgih Munandar
Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Training to create fiber-optic flower crafts from gallon waste Ahmad Marzuki; Choirul Singgih Munandar; Ahmad Muhaemin; Anisya Fitriani; Daniel Afrian Pratama; Dhimas Widhy Surya Brata; Frisca Aulia Alvyanti; Ghogo Zerrico Simbolon; Rafaela Rafaela; Romadhina Mulyana Putri; Violita Cucu Amartya; Devara Ega Fausta
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i2.92823

Abstract

The problem of plastic waste in Indonesia is increasing due to high consumption and low awareness of waste management, requiring creative efforts to support the 3R principle in line with government policy in Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah and Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah. This activity aims to increase public awareness of waste management and provide training on using mineral-water gallon waste to create economically valuable flower crafts, incorporating fiber-optic technology as an aesthetic innovation. The implementation methods included site surveys, waste management education, training in making flowers from gallon waste, fiber-optic installation, and LED electronic circuit assembly using resistors and batteries, based on basic DC circuit calculations. The training was conducted through demonstrations, hands-on practice, and mentoring in five activity sessions involving PKK women in Gandikan Hamlet, Gumpang Village. The activity results show that the community can create flower crafts from gallon waste and understand the basics of fiber-optic installation and simple electronic circuits. However, further guidance is still needed at the stage of installing electrical circuits. This program enhances the community's knowledge, skills, and environmental awareness, and opens opportunities for product development as a local UMKM with economic value.   Abstrak Permasalahan sampah plastik di Indonesia semakin meningkat akibat tingginya konsumsi masyarakat dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah, sehingga diperlukan upaya kreatif untuk mendukung prinsip 3R yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle Melalui Bank Sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah serta memberikan pelatihan pemanfaatan limbah galon air mineral menjadi kerajinan bunga bernilai ekonomi dengan tambahan teknologi serat optik sebagai inovasi estetika. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi, edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan bunga dari limbah galon, instalasi serat optik, serta perakitan rangkaian elektronik LED menggunakan resistor dan baterai berdasarkan perhitungan dasar rangkaian DC. Pelatihan dilakukan melalui demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan pada lima sesi kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK di Dusun Gandikan, Desa Gumpang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu membuat kerajinan bunga berbasis limbah galon dan memahami dasar instalasi serat optik serta rangkaian elektronik sederhana, meskipun pendampingan lanjutan masih dibutuhkan pada tahap pemasangan rangkaian listrik. Program ini meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat, serta membuka peluang pengembangan produk sebagai UMKM lokal bernilai ekonomi. Kata Kunci: fiber optik; kerajinan bunga; pelatihan; pemanfaatan sampah