As historical and cultural icons, museums play an important role in preserving and disseminating the nation’s heritage. This community service study aims to examine the role of interns in optimizing visitor services at Museum Gedung Sate in Bandung. The study focuses on the contributions of interns to enhancing visitor experiences through educational activities, social media management, and the use of interactive technology in museum settings. A qualitative case study approach was employed, involving interviews and observations of museum staff, interns, and visitors. Data were collected from interns and visitors who interacted directly with them during museum activities. The findings indicate that interns play a significant role in improving visitor engagement through guided tours, informative explanations, creative social media content, and the application of technologies such as augmented reality. The use of social media by interns proved effective in attracting younger audiences and increasing the museum’s visibility. The study concludes that a well-structured internship program can enhance museum services and provide mutual benefits for both interns and visitors, while also highlighting the importance of technological training in museum management. Abstrak Sebagai salah satu ikon sejarah dan budaya, museum memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengenalan nilai sejarah bangsa. Pengabdian ini bertujuan untuk menggali peran pemagang dalam mengoptimalkan layanan pengunjung di Museum Gedung Sate, Bandung. Isu yang diteliti berkaitan dengan kontribusi pemagang dalam meningkatkan pengalaman pengunjung melalui edukasi, pengelolaan media sosial, dan penggunaan teknologi interaktif di museum. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan wawancara dan observasi terhadap pemagang dan pengunjung museum. Data dikumpulkan dari partisipan yang terdiri dari pemagang serta pengunjung yang berinteraksi dengan mereka selama masa magang. Temuan pengabdian menunjukkan bahwa pemagang memiliki peran penting dalam meningkatkan interaksi dengan pengunjung melalui tur edukasi, pengelolaan media sosial, dan penerapan teknologi seperti augmented reality. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa penggunaan media sosial secara kreatif oleh pemagang berhasil meningkatkan keterlibatan audiens muda dan memperluas visibilitas museum. Kesimpulan dari pengabdian ini menyarankan bahwa program magang yang terstruktur dapat meningkatkan kualitas layanan museum, serta memberikan manfaat signifikan bagi pemagang dan pengunjung. Implikasi praktis dari pengabdian ini adalah pentingnya pelatihan teknologi bagi pemagang untuk memaksimalkan kontribusi mereka dalam pengelolaan museum. Pengabdian ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai pelatihan pemagang dan pengelolaan teknologi dalam konteks museum. Kata Kunci: layanan pengunjung; media sosial; Museum Gedung Sate; pendidikan museum; teknologi interaktif