Ananda Bintang Purwaramdhona
Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Antara Persona dan Karya: Jejaring Pertarungan Wacana tentang Tere Liye di Platform Media Sosial X Ananda Bintang Purwaramdhona
Indonesian Language Education and Literature Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/trz35n79

Abstract

Artikel ini bertujuan memetakan dan membongkar jejaring pertarungan wacana tentang penulis sastra populer Indonesia bernama Tere Liye di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Untuk membongkar wacana tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan tentang arena produksi kultural dan resepsi pembaca dengan metode analisis jejaring wacana (discourse network analysis) melalui aplikasi DNA Analyzer 3.0. Objek penelitian merupakan 280 cuitan yang diambil dari balasan terhadap 11 utas berkaitan tentang polemik Tere Liye di media sosial X menggunakan Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskursus mengenai Tere Liye di media sosial X terbagi ke dalam sepuluh wacana utama yang memperlihatkan pertarungan simbolik antara kubu pro dan kontra Tere Liye. Dari sepuluh wacana tersebut, sebagian pembaca memutuskan untuk berhenti membaca karya Tere Liye karena persona penulis yang dianggap problematik. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah hubungan antara penulis dan pembaca menjadi lebih kompleks karena pembaca tidak lagi pasif, tetapi menjadi aktor aktif yang memproduksi makna, memberi legitimasi simbolik, dan bahkan melakukan cancel culture terhadap figur penulis sastra populer. Between Persona and Work: The Network of Discourse Battles about Tere Liye on Social Media Platform X This article maps and reveals the network of discourse battles surrounding the popular Indonesian literary writer Tere Liye on the social media platform X (formerly Twitter). To trace these discourses, this study employs an approach based on the arena of cultural production and reader reception theory, using the discourse network analysis method through the DNA Analyzer 3.0 application. The data consist of 280 tweets collected from replies to 11 threads related to the Tere Liye polemic on social media X, retrieved using Python. The results show that discussions about Tere Liye on social media X are divided into ten main discourses that display symbolic battles between pro- and anti-Tere Liye camps. Among the ten discourses, some readers decided to stop reading Tere Liye's works because the author's public persona was deemed problematic. This finding suggests that social media has transformed the relationship between writers and readers into a more complex dynamic, as readers are no longer passive consumers but have become active agents who produce meaning, confer symbolic legitimacy, and even engage in cancel culture against popular literary writers.