Claudia In'am Haya Alimah
Universitas Tidar, Magelang, Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Aplikasi Berbasis Virtual Reality pada Pembelajaran Bahasa yang Kontekstual dan Berbudaya Linda Eka Pradita; Arif Setyawan; Jendriadi Jendriadi; Sadar Kurnia Zendrato; Claudia In'am Haya Alimah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/6x14qq39

Abstract

Pembelajaran linguistik bahasa lokal masih didominasi penggunaan media konvensional berupa buku teks dan penjelasan verbal. Pembelajaran belum mampu merepresentasikan bahasa sebagai praktik sosial-budaya, sehingga berdampak pada lemahnya kompetensi linguistik. Perkembangan teknologi virtual reality relevan untuk pembelajaran linguistik yang kontekstual, namun pemanfaatannya masih minim dan belum memiliki landasan konseptual. Penelitian bertujuan merumuskan dasar konseptual aplikasi bahasa lokal berbasis virtual reality relevan secara linguistik, kontekstual secara budaya, dan efektif secara pedagogis sebagai landasan pengembangan dan implementasi pembelajaran linguistik. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi dasar (exploratory research). Sumber data terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pendidik bahasa daerah, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen kurikulum, perangkat pembelajaran, bahan ajar, hasil penelitian dan literatur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian berupa rumusan desain konseptual menunjukkan pengembangan aplikasi bahasa lokal berbasis virtual reality yang berlandaskan linguistik budaya dan teori multimodal, mengintegrasikan dimensi linguistik, budaya lokal, teknologi virtual reality, dan pedagogi berbasis pengalaman untuk menghasilkan pembelajaran linguistik yang kontekstual dan meningkatkan kompetensi linguistik. Landasan teori didukung penerapan prinsip dasar pengembangan media yang meliputi aspek kognitif, sosial, kultural, dan teknologi. Development of Virtual Reality-Based Applications in Contextual and Cultural Language Learning Local language linguistic learning is still dominated by the use of conventional media in the form of textbooks and verbal explanations. Learning has not been able to represent language as a socio-cultural practice, which affects weak linguistic competence. The development of virtual reality technology is relevant for contextual linguistic learning, but its utilization is still minimal and lacks a conceptual foundation. This research aims to formulate a conceptual basis for virtual reality-based local language applications that are linguistically relevant, culturally contextual, and pedagogically effective as a foundation for the development and implementation of linguistic learning. The research method uses a descriptive qualitative design with a basic study (exploratory research) approach. Data sources consist of primary and secondary data. Primary data was obtained from local language educators, while secondary data came from curriculum documents, learning tools, and teaching materials, as well as research results and literature. Data collection was carried out through interviews, questionnaires, learning observations, and document studies. Data analysis involved stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results in the form of a conceptual design formulation indicate the development of a local language application based on virtual reality, grounded in cultural linguistics and multimodal theory, integrating linguistic dimensions, local culture, virtual reality technology, and experience-based pedagogy to produce contextual linguistic learning and enhance linguistic competence. The theoretical foundation is supported by the application of basic media development principles, which include cognitive, social, cultural, and technological aspects.