Penelitian ini mengkaji kesalahan berbahasa tulis pada pemelajar BIPA di SWM School, Thailand dengan menelaah keterkaitan antara keterampilan menyimak dan faktor-faktor fonologis. Selama ini, penelitian tentang BIPA umumnya berfokus pada permasalahan gramatikal dan leksikal, sementara hubungan antara kompetensi menyimak dan interferensi fonologis dalam keterampilan menulis masih relatif kurang mendapat perhatian, khususnya pada pemelajar BIPA Thailand. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi lapangan. Data dikumpulkan melalui teks tulis hasil produksi pembelajar, wawancara, analisis dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kesalahan muncul pada kata-kata yang terdiri atas lebih dari dua silabel, terutama pada kata berafiks seperti prefiks dan sufiks yang memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi. Kesalahan tersebut umumnya disebabkan oleh kendala kognitif dalam proses penghafalan dan pelafalan kata-kata tersebut. Selain itu, kesalahan yang sering ditemukan meliputi substitusi, penghilangan, atau penambahan fonem, khususnya pada fonem-fonem yang secara fonetis mirip atau tidak dikenal oleh pembelajar. Sejumlah besar kesalahan tersebut dipengaruhi oleh interferensi bahasa pertama serta pengaruh dari bahasa Inggris sebagai bahasa asing utama yang dipelajari sehingga menimbulkan pola transfer bahasa. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap kesadaran fonologis dalam pembelajaran menulis serta merekomendasikan penerapan tugas terintegrasi antara menyimak dan menulis untuk membantu pembelajar mengurangi kesalahan yang bersumber dari aspek fonologis dan meningkatkan ketepatan berbahasa tulis. Linguistic Errors in Listening-Writing Competency among BIPA Learners at SWM School Thailand: A Phonological Perspective This study explores written language errors among Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) learners at Songserm Wittaya Mulniti School, Thailand, by examining the interplay between listening comprehension skills and phonological factors. While research on BIPA typically focuses on grammatical and lexical issues, the connection between listening competence and phonological interference in writing remains underexplored, particularly among Thai learners. This study employs a descriptive-qualitative approach using a field study design. Data were collected from learner-produced texts, interviews, document analysis, and observations. The findings indicate that the majority of errors occur in words with more than two syllables, particularly those involving affixes such as prefixes and suffixes, which add structural complexity. These errors often result from cognitive challenges in memorizing and articulating such words. Additionally, errors commonly involve phoneme substitution, omission, or insertion, especially when dealing with phonemes that are phonetically similar or unfamiliar. A significant number of these errors are influenced by interference from the learners’ first language and their knowledge of English as a foreign language, reflecting patterns of language transfer. The study emphasizes the importance of addressing phonological awareness in writing instruction and suggests that integrated listening-writing tasks may help learners reduce phonologically driven errors and improve written accuracy.