Aep Kusnawan
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Bimbingan Agama Islam dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Siswa Broken Home Dedi Munajat; Aep Kusnawan; Abdul Mujib
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Juni
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v7i1.18429

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan bimbingan agama dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar santri Broken Home di Pondok Modern Al-Aqsha Jatinangor Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana kondisi rasa percaya diri peserta didik, 2) Bagaimana motivasi peserta didik broken home, 3) Bagaimana Penerapan Bimbingan Agama Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Siswa Broken Home. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriftif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Pondok Modern Al-Aqsha Jatinangor Sumedang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2023 – Afril 2024 adapun objek dalam penelitian ini adalah santri Pondok Modern Al-Aqsha yang dikatagorikan santri Broken Home. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Rasa percaya diri dapat dipupuk di Pondok Modern Al-Aqsha dengan memupuk keberanian untuk bertanya kepada guru, berdiskusi, berdebat, berani tampil di depan umum untuk latihan pidato, dan aktif dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh pesantren. 2) Motivasi belajar santri tersebutpun mampu bersaing dalam prestasi belajar, giat dalam menghapal, semangat dalam mengikuti kepramukaan, dan tidak mudah menyerah jika menemukan kesulitan dalam belajarnya. 3) Layanan yang digunakan dalam bimbingan agama islam dalam meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa broken home adalah a) Kelas bina karakter, b) ceramah dan diskusi agama, c) bimbingan konseling individu atau bimbingan konsultasi, d) kegiatan amal sosial, e) halaqoh Al-Qur’an ibadah solat berjamaah tepat waktu, f) istighosah mingguan, g) Ziarah kubur di malam jum’at, h) hotmil qur’an, One day One Juz (ODOZ), i) kajian kitab kuning, j) seminar motivasi, k) muhadloroh, l) kepramukaan dan wisata religi.
The Concept of Work Ethic in Islam and Its Implications for Socio-Economic Development Jagat Rayana; Aep Kusnawan; Muhamad Zuldin; Miftahul Huda
Edumulti: Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/edumulti.v1i3.545

Abstract

This research aims to analyze the concept of work ethic from an Islamic perspective and examine the relevance of the values of the Qur'an and al-Sunnah in the formation of productive and responsible work behavior. This study is motivated by a view that associates the low work ethic of some Muslims with religious teachings, even though Islam normatively has a strong foundation in encouraging a high work culture. This research uses a library research method with a qualitative approach. Data was obtained from primary sources in the form of the Qur'an and al-Sunnah as well as various scientific literature that discusses work ethic and Islamic values. Data analysis is carried out through content analysis techniques to identify the concepts, principles, and values that are the basis of the Islamic work ethic. The results of the study show that the Islamic work ethic is built on fundamental values such as hard work, trust, discipline, responsibility, honesty, professionalism, and orientation to benefit. These values serve as an intrinsic source of motivation that encourages Muslim individuals to work optimally as a form of worship and devotion to Allah SWT. The findings of the study also show that the low work ethic found in some of the social practices of Muslims is more due to the lack of optimal understanding and internalization of Islamic teachings than to the weakness of Islamic theological doctrine itself. This study concludes that Islamic work ethic is a comprehensive and relevant value system in building a productive work culture, with integrity, and oriented towards the welfare of individuals and society.