Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen sumber daya manusia berbasis nilai qur'ani dan hadis dalam membangun kepemimpinan berkarakter ihsan di era modern M. Kafrawi; Syafitriandy Syafitriandy
Asian Journal of Islamic Studies and Society Vol 5, No 1 (2025): Asian Journal of Islamic Studies and Society
Publisher : RedWhite Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32698/020919

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi konsep manajemen sumber daya manusia (SDM) berbasis nilai-nilai Qur'ani dan Hadis sebagai fondasi pembentukan kepemimpinan berkarakter ihsan di lembaga pendidikan Islam era modern. Pengelolaan SDM di lembaga pendidikan Islam saat ini masih didominasi pendekatan teknokratis dan administratif yang mengabaikan dimensi spiritual Islam, sehingga terjadi kesenjangan antara prinsip manajerial modern dengan nilai-nilai ketuhanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui desain library research. Sumber data primer mencakup Al-Qur'an al-Karim, Hadis Shahih al-Bukhari, Tafsir al-Misbah, dan Riyadhus Shalihin; sumber sekunder berupa artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional bereputasi. Pengumpulan data dilaksanakan melalui telaah kepustakaan sistematis dengan content analysis dan analisis tematik maudhu'i. Data dianalisis melalui tiga tahap: reduksi, penyajian makna, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) amanah sebagai fondasi rekrutmen dan penempatan SDM; (2) 'adl sebagai prinsip keadilan evaluasi organisasi; (3) itqan sebagai dasar profesionalitas dan pengembangan kompetensi; serta (4) ihsan sebagai orientasi kepemimpinan transformatif. Keempat nilai membentuk model konseptual SDM Islami dengan alur Input-Proses-Output-Outcome yang menghasilkan kepemimpinan berkarakter ihsan dan organisasi pendidikan Islam yang berintegritas. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam pengembangan model Islamic HRM holistik dan secara praktis sebagai panduan pimpinan lembaga pendidikan Islam dalam membangun sistem SDM yang adil, profesional, dan transendental.
MODEL INTEGRATIF PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS TAFSIR TEMATIK AL-QUR'AN Runtoni Runtoni; M. Kafrawi; Pipin Armita
Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought Vol. 2 No. 3 (2026): Juni
Publisher : PT. Sulthan Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the development of an integrative Arabic language learning model based on thematic Qur'anic exegesis (tafsīr maudhū'ī) to strengthen students' linguistic competence while enhancing their understanding of the Qur'an. The study is motivated by the tendency of Arabic language instruction to emphasize linguistic aspects without systematically integrating Qur'anic interpretation into the learning process. The objective of this research is to describe the concept, construction, implementation, and implications of an integrative Arabic language learning model based on thematic Qur'anic exegesis within Islamic education. This research employed a qualitative approach using a library research design. Data were collected from the Qur'an, classical and contemporary tafsir literature, scholarly books, journal articles, and other relevant academic sources. The data were analysed descriptively through identification, classification, interpretation, and synthesis. The findings reveal that the proposed model is grounded in philosophical, theological, and pedagogical principles that integrate Arabic language instruction with thematic Qur'anic interpretation through Qur'an-based lesson planning, instructional material development, the integration of the four Arabic language skills, active learning strategies, and comprehensive assessment of linguistic competence and interpretive understanding. The model contributes to contextual Qur'anic comprehension, strengthens Qur'anic values, and promotes innovation in Arabic language teaching within Islamic educational institutions in the digital era.