Perkembangan kognitif anak usia dini dibentuk oleh layanan PAUD dan pengalaman belajar harian di lingkungan keluarga. Artikel ini mengkaji keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini pada keluarga berpenghasilan Upah Minimum Regional (UMR). Dalam tulisan ini, UMR digunakan sebagai istilah populer untuk merujuk pada standar upah minimum daerah; secara regulatif, istilah yang lebih teknis adalah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Kajian ini menggunakan pendekatan analytical literature review dengan menelaah literatur tentang perkembangan kognitif anak usia dini, keterlibatan orang tua, lingkungan belajar rumah, status sosial ekonomi, tekanan ekonomi keluarga, serta dukungan BOP PAUD/BOSP. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua mendukung perkembangan kognitif melalui komunikasi hangat, stimulasi bahasa, permainan edukatif, eksplorasi sensorimotor, kegiatan bercerita, pengenalan angka dan bentuk, dukungan emosional, serta rutinitas harian. Pada keluarga berpenghasilan UMR, keterbatasan ekonomi dapat mengurangi akses terhadap buku, alat permainan edukatif, layanan PAUD berkualitas, dan waktu pendampingan. Pengaruh tersebut tidak selalu bersifat langsung karena kualitas interaksi keluarga dapat menjadi faktor pelindung. Artikel ini menawarkan Model Kompensasi Keterlibatan Orang Tua dalam PAUD sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan bagaimana keterlibatan orang tua, dengan dukungan satuan PAUD dan kebijakan BOP PAUD/BOSP, membantu anak memperoleh pengalaman belajar bermakna meskipun keluarga memiliki keterbatasan ekonomi.