Arlinda Ayu Diah Arfani
STEMBI Al-Aziziyah Randudongkal Pemalang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Bahan Bekas untuk Pembuatan Bingkai Foto dan Tempat Pensil sebagai Upaya Meningkatkan Kreativitas Seni dan Kemampuan Sosial Anak di Desa Pengasinan, Gunung Sindur Muhammad Hanif Abdillah; Tofikoh Hidayah; Arlinda Ayu Diah Arfani; Pubita Sasti Fintani; A Mukhsin Irfangi; Muhamad Nafi Kohar
Jurnal PKM Merah Putih Vol 2 No 1 (2026): JPKMMP
Publisher : LPPM-STEMBI Al Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65661/jpkmmp.v2i1.70

Abstract

Studi ini mengeksplorasi implementasi dan dampak dari pelatihan khusus yang berfokus pada pembuatan bingkai foto dan tempat pensil dari bahan daur ulang. Inisiatif ini dirancang sebagai respons proaktif terhadap kebutuhan akan program pendidikan inovatif yang menumbuhkan kreativitas individu sekaligus pengembangan interpersonal pada anak. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai, program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus melatih peserta untuk mengubah limbah menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai estetika dan fungsional yang signifikan. Metodologi yang digunakan menekankan pada pembelajaran praktik langsung dan produksi kolaboratif. Di luar aspek teknis pembuatan kerajinan tangan, pelatihan ini berfungsi sebagai platform vital untuk mengembangkan keterampilan sosial. Peserta diharuskan untuk terlibat dalam interaksi, kolaborasi, dan kerja sama yang konsisten selama proses pembuatan, mulai dari konseptualisasi awal hingga perakitan akhir produk mereka. Dinamika sosial ini diintegrasikan ke dalam kurikulum untuk memastikan bahwa lingkungan belajar mencerminkan tantangan sosial di dunia nyata. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan terukur, baik dalam kreativitas artistik anak maupun kompetensi sosial mereka. Observasi dan evaluasi yang dilakukan setelah sesi pelatihan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dalam karya seni mereka serta empati dan keterampilan komunikasi yang lebih besar selama tugas kelompok. Sebagai kesimpulan, kegiatan ini berfungsi sebagai program alternatif yang efektif untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis daur ulang dapat menjadi instrumen yang kuat untuk menjembatani celah antara keberlanjutan lingkungan dan pengembangan keterampilan hidup yang esensial pada generasi muda.