p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Faidana Yaumil Syifa
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Durasi Screen Time dengan Gejala Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Pada Civitas Akademika Hadeci Lovenda Putri; Musiana Musiana; Faidana Yaumil Syifa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.53883

Abstract

The widespread use of electronic devices, such as mobile phones and laptops, has become an integral part of the daily lives of the academic community, including faculty, educational staff, and students. This population exhibits high digital device dependency, with average usage often exceeding five hours per day. This intense and prolonged screen time is hypothesized to potentially trigger or exacerbate the symptoms of Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), a balance disorder characterized by a sensation of spinning dizziness induced by changes in head position. This study aimed to examine the relationship between screen time duration and BPPV occurrence. A quantitative cross-sectional design was applied with a population of 315 members of the Tanjungkarang D III Nursing Department, including students, lecturers, and educational staff, and 176 respondents selected via purposive sampling. Data were collected using a demographic questionnaire and an adapted BPPV questionnaire. Most respondents (64.2%) reported 6–8 hours of daily screen time , and the median BPPV symptom score was 17.35 (range 9–27). Spearman’s correlation test showed a significant association between screen time and BPPV symptoms (r = 0.237; p = 0.002). BPPV onset is influenced by both mechanical (head position) and visual (sensory conflict) factors. Controlled screen time , regular breaks, and ergonomic practices are recommended to maintain balance.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Preeklampsia dan Tindakan Pencegahan Kegawatdaruratan Kehamilan Faidana Yaumil Syifa; Efa Trisna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55756

Abstract

Preeklampsia merupakan kegawatdaruratan kehamilan yang terjadi di usia kehamilan 20 minggu pada ibu yang sebelumnya normotensi, protein urin positif, edema serta kerusakan fungsi organ. Preeklampsia berdampak pada ibu dan janin. Faktor risiko preeklampsia yaitu riwayat preeklampsia, pengetahuan, pola makan, antenatal care (ANC), stres, multiparitas, usia, asap rokok, indeks massa tubuh (IMT), pendidikan, jumlah janin, dan konsumsi kalsium. Preeklampsia dapat dicegah melalui meningkatkan pengetahuan ibu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang preeklampsia dan tindakan pencegahan kegawatdaruratan kehamilan.Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan melihat distribusi frekuensi dan persentase. Teknik penentuan responden menggunakan consecutive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden sebanyak 73 ibu hamil. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, usia kehamilan, jumlah kehamilan, IMT, tekanan darah. Mayoritas tingkat pengetahuan responden berada pada rentang baik (38,4%), sikap ibu hamil berada pada rentang cukup (63%) dan tindakan pencegahan kegawatdarutan kehamilan pada rentang baik (47,9%). Kesimpulan, tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pencegaham kegawatdaruratan kehamilan berada pada rentang baik-cukup. Terdapat beberapa faktor risiko tidak berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sikap