Preeklampsia merupakan kegawatdaruratan kehamilan yang terjadi di usia kehamilan 20 minggu pada ibu yang sebelumnya normotensi, protein urin positif, edema serta kerusakan fungsi organ. Preeklampsia berdampak pada ibu dan janin. Faktor risiko preeklampsia yaitu riwayat preeklampsia, pengetahuan, pola makan, antenatal care (ANC), stres, multiparitas, usia, asap rokok, indeks massa tubuh (IMT), pendidikan, jumlah janin, dan konsumsi kalsium. Preeklampsia dapat dicegah melalui meningkatkan pengetahuan ibu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang preeklampsia dan tindakan pencegahan kegawatdaruratan kehamilan.Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan melihat distribusi frekuensi dan persentase. Teknik penentuan responden menggunakan consecutive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah responden sebanyak 73 ibu hamil. Hasil yang didapat pada penelitian ini yaitu karakteristik responden berupa usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, usia kehamilan, jumlah kehamilan, IMT, tekanan darah. Mayoritas tingkat pengetahuan responden berada pada rentang baik (38,4%), sikap ibu hamil berada pada rentang cukup (63%) dan tindakan pencegahan kegawatdarutan kehamilan pada rentang baik (47,9%). Kesimpulan, tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan pencegaham kegawatdaruratan kehamilan berada pada rentang baik-cukup. Terdapat beberapa faktor risiko tidak berkaitan dengan tingkat pengetahuan dan sikap