Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan PHBS Siswa Sekolah Dasar Negeri Wanajaya 02 Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Ana Rizana; Ririn Rindayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55446

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak usia sekolah dasar masih belum diterapkan secara optimal, salah satunya akibat rendahnya tingkat pengetahuan siswa. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan metode edukasi kesehatan yang inovatif dan menarik, salah satunya melalui penggunaan media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS.Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen one-group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah dasar yang dipilih dengan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan PHBS yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi kesehatan melalui media video animasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p < 0,05, yang menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa media video animasi memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait PHBS.Edukasi kesehatan melalui media video animasi menunjukan adanya pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai PHBS. Media ini direkomendasikan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran dan promosi kesehatan di sekolah. Selain itu, guru dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan media video animasi sebagai alternatif pembelajaran yang menarik. Untuk pengembangan keilmuan selanjutnya, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan desain penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar serta variasi media edukasi yang lebih beragam.
GAMBARAN PERILAKU BULLYING DITGambaran Perilaku Bullying Ditinjau Dari Perspektif Korban, Pelaku dan Saksi Pada Siswa Kelas 6 Di Sekolah Dasar Negeri Bahagia 04 Kabupaten Bekasi Tahun 2025INJAU DARI PERSPEKTIF KORBAN, PELAKU DAN SAKSI PADA SISWA KELAS 6 DI SEKOLAH DASAR NEGERI BAHAGIA 04 KABUPATEN BEKASI TAHUN 2025 Ana Rizana; Farah Aulya Indrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57687

Abstract

Latar Belakang Bullying adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu membela diri. Setiap kejadian bullying biasanya melibatkan lebih dari satu pihak. Ada siswa yang melakukan tindakan (pelaku), ada siswa yang menjadi sasaran (korban) dan ada pula yang menyaksikan (saksi). Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 di SDN Bahagia 04 Kabupaten Bekasi sebanyak 118 siswa. Hasil Penelitian Hasil penelitian perilaku bullying yang dialami responden menurut perspektif korban diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi pelaku bullying pada semua jenis bullying, yaitu fisik, verbal, mental, dan Cyber. Gambaran perilaku bullying yang dialami responden menurut perspektif pelaku dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi pelaku bullying pada semua jenis bullying, yaitu fisik, verbal, mental, dan Cyber. Sedangkan gambaran perilaku bullying yang dialami responden berdasarkan perspektif saksi dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi saksi berbagai jenis bullying, termasuk bullying fisik dan verbal
Gambaran Karakteristik Perilaku Bullying pada Anak SMP Kelas 1-2 di Sekolah Assa Addah Kota Bekasi Ana Rizana; Rina Karlina M. Saleh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20133

Abstract

ABSTRACT Bullying is a common problem throughout the world America (35 percent), Europe, Central Asia (32 percent), andIndonesia (21 percent), this shows that Indonesia is ranked 4th highest in the number of bullying cases that year. Based on data from the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) in 2019, out of 161 cases reported to the school, 36 cases (22.4%) involved children who experienced bullying and violence, and 41 cases (25.5%) involved children who committed bullying and violence. To describe the picture of bullying behavior in junior high school students in grades 1-2 at the Assa'Addah Islamic School in Bekasi City in .. Research Method: the research method is a random sampling survey method and the number of respondents is 92 students. Results of the study, the gender is mostly male 55 people (59.8%), based on the age of the respondents, the majority are in the range of 14 years (64.1%) respondents, while based on the results of the history of bullying, 62% of respondents had been victims of bullying before attending Assa Addah Middle School in Bekasi City. physical bullying behavior as many as 35 respondents (38%) never experienced physical bullying, often experienced physical bullying as many as 29 respondents (31%), always experienced bullying as many as 20 respondents (22%), sometimes as many as 8 respondents (9%), and rarely 0%. Verbal bullying behavior as many as 37 respondents (40%) who never experienced verbal bullying, respondents who sometimes experienced verbal bullying as many as 28 respondents (27.1%), respondents who were often verbally bullied as many as 18 respondents (20%), rarely as many as 11 respondents (11.9%), and always experienced verbal bullying as many as 1 respondent (1%). Mental and psychological bullying as many as 38 respondents (41%) sometimes experience mental and psychological bullying, never experience bullying as many as 38 respondents (41%), often experience mental bullying as many as 17 respondents (19%), and respondents who rarely and often experience mental bullying none (0%). Cyber  bullying behavior as many as 42 respondents (46%) stated that they had never experienced it, sometimes experience cyber bullying as many as 35 respondents (33%), often as many as 12 respondents (13%), always as many as 3 respondents (3%), and respondents who rarely experience cyber bullying none (0%). Keywords: Bullying Behavior, Physical Bullying, Verbal Bullying, Mental and Psychological Bullying, Cyber Bullying. ABSTRAK Bullying adalah masalah yang sering terjadi di seluruh dunia Amerika (35 persen), Eropa, Asia Tengah (32 persen), dan Indonesia (21 persen), ini menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke-4 tertinggi dalam jumlah kasus bullying pada tahun tersebut. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2019 dari 161 kasus yangdilaporkan ke pihak sekolah, 36 kasus (22,4%) melibatkan anak yang mengalami bullying dan kekerasan, dan 41 kasus (25,5%) melibatkan anak yang melakukan bullying dan kekerasan. Mendeskripsikan gambaran perilaku bullying pada siswa SMP kelas 1-2 di sekolah Islam Assa'Addah Kota Bekasi tahun. Metode peneliian metode survey random sampling dan jumlah responden sebanyak 92 siswa. Hasil penelitian jenis kelamin terbanyak adalah laki laki 55 orang (59,8%),berdasarkan usia responden terbanyak berusia pada rentang 14 tahun (64,1%) responden, sedangkan berdasarkan hasil riwayat bullying sebanyak 62% responden pernah menjadi korban bullying sebelum bersekolah di SMP Assa Addah Kota Bekasi. Perilaku bullying fisik sebanyak 35 responden (38%) tidak pernah mengalami bullying fisik, sering mengalami bullying fisik sebanyak 29 responden (31%), selalu mengalami bullying sebanyak 20 responden (22%), kadang-kadang sebanyak 8 responden (9%), dan jarang 0%. Perilaku bullying verbal sebanyak 37 responden (40%) yang tidak pernah mengalami bullying verbal, responden yang kadang-kadang mengalami bullying verbal sebanyak 28 responden (27,1%), responden yang sering dibully secara verbal sebanyak 18 responden (20%), jarang sebanyak 11 responden (11,9%), dan selalu mengalami bully secara verbal sebanyak 1 responden (1%). bullying mental dan psikologis sebanyak 38 responden (41%) kadang-kadang mengalami bullying mental dan psikologis, tidak pernah mengalami bully sebanyak 38 responden (41%), sering mengalami bullying mental sebanyak 17 responden (19%), dan responden yang jarang dan sering mengalami bullying mental tidak ada (0%).perilaku cyber bullying sebanyak 42 responden (46%) menyatakan tidak pernah mengalami, kadang-kadang mengalami cyber bullying sebanyak 35 responden (33%), sering sebanyak 12 responden (13%), selalu sebanyak 3 responden (3%), dan responden yang jarang mengalami cyber bullying tidak ada (0%). Kata Kunci: Perilaku Bullying, Bullying fisik, Bullying Verbal, Bullying Mental dan Psikologis, Bullying Cyber.
Pengalaman Ibu dengan Bayi Berat Badan Lahir Rendah dalam Melakukan Perawatan Metode Kanguru di Rumah Ana Rizana; Lusiana Lusiana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i1.20246

Abstract

ABSTRACT Low birth weight (LBW) babies are babies whose weight is less than 2500 grams regardless of gestational age. Kangaroo Method Care (PMK) is an important intervention for LBW babies that involves skin-to-skin contact between mother and baby. This method aims to increase the baby's body temperature, provide a sense of security, and support the baby's physical and emotional development. LBW in carrying out PMK at home, as well as understanding the challenges and benefits experienced in carrying out PMK at home. This research used a qualitative phenomenological approach involving three mothers as participants selected through purposive sampling techniques. Data was collected through in-depth interviews which were recorded and transcribed, then analyzed using the Colaizzi method.From the data analysis, seven main the mes emerged, namely: Reasons for carrying out KMC: The mother's motivation to carry out KMC and the hope for her child's health makes the mother continue to carry out KMC. Time for implementing KMC: The duration and frequency of implementing KMC depends on the condition and abilities of the mother and baby.  Benefit of KMC: The mother feels a positive emotional response and calm during KMC. Social Support and Health Workers: Support from family, social groups and health workers plays a very important role in implementing KMC. Challenges and obstacles in implementation: Mother's anxiety level is the main obstacle factor in carrying out PMK at home. Mother's level of knowledge about PMK: In implementing PMK at home, mothers have different levels of knowledge and understanding about PMK, Solutions and strategies for facing obstacles: Motivation from within is the solution in facing obstacles. This research requires support from health workers and the social environment to increase mothers' knowledge, abilities and motivation about the importance of FMD for LBW babies. The results of the research provide recommendations for developing educational programs for mothers who have LBW babies, as well as the need for more attention to the psychological condition of mothers during care at home. It is hoped that this research can serve as a guide for further research and improve the quality of care for LBW babies in the community. Keywords: LBW, KMC, Babies.  ABSTRAK Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang berat badannya kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan intervensi penting bagi bayi BBLR yang melibatkan kontak kulit antara ibu dan bayi. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan suhu tubuh bayi, memberikan rasa aman, dan mendukung perkembangan fisik serta emosional bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman ibu dengan bayi BBLR dalam melaksanakan PMK di rumah, serta memahami tantangan dan manfaat yang di alami dalam melakukan PMK di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan tiga ibu sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam yang direkam dan ditranskrip, kemudian dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Dari analisis data, muncul tujuh tema utama, yaitu: Alasan Melakukan PMK : Motivasi ibu untuk melakukan PMK dan harapan untukkesehatan anaknya menjadikan ibu tetap melakukan PMK, Waktu Pelaksanaan PMK : Durasi dan frekuensi pelaksanaan PMK tergantung dari kondisi dan kemampuan ibu dan bayi, Manfaat PMK: Ibu merasakan respon emosi yang positif dan ketenangan saat PMK, Dukungan Sosial dan Tenaga Kesehatan: Dukungan dari keluarga, kelompok sosial dan tenaga kesehatan sangat berperan dalam pelaksanaan PMK. Tantangan dan hambatan dalam Pelaksanaan : Tingkat kecemasan ibu menjadi faktor hambatn utama dalam melakukan PMK di rumah, Tingkat Pengetahuan Ibu tentang PMK : Dalam pelaksaan PMK di rumah, ibu memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang berbeda tentang PMK, Solusi dan strategi Menghadapi Hambatan : Motivasi dari dalam diri menjadi solusi dalam menghadapi hambatan. Penelitian ini membutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan dan lingkungan sosial untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan motivasi ibu tentang pentingnya PMK bagi bayi BBLR. Hasil penelitian memberikan rekomendasi untuk pengembangan program edukasi bagi ibu yang memiliki bayi BBLR, serta perlunya perhatian lebih terhadap kondisi psikologis ibu selama perawatan di rumah.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi penelitian selanjutnya dan meningkatkan kualitas perawatan bagi bayi BBLR di masyarakat. Kata Kunci: BBLR, PMK, Bayi.