This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Ajeng Rahayu Utami
STIKES Abdi Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025 Ajeng Rahayu Utami; Rahayu Khairiyah; Puji Wijayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55656

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual adalah segala tingka laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Perilaku seksual berisiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Selain faktor pengetahuan, pengaruh teman sebaya, dan media, peran keluarga, terutama orang tua, memiliki dampak yang sangat signifikan. Kurangnya pengawasan dan pendidikan seks yang tepat dari orang tua membuat remaja lebih rentan terhadap pergaulan bebas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 30, sampel analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya p-value < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak HI diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang sangat nyata antara peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual. Kesimpulan: Terdapat hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua dapat memberikan dukungan yang positif dengan memberikan informasi tentang pendidikan seks secara benar, karena orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai positif untuk remaja, dan remaja diharapkan dapat mengontrol perilakunya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang menyimpang.