Desridius Chalid
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Tb Paru di Kelurahan Jatibening Kota Bekasi Desridius Chalid; Agung Bayu Paratama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55952

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan ditularkan melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Pengobatan TB memerlukan waktu minimal enam bulan sehingga keberhasilan terapi sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur. Keluarga memiliki peran penting dalam mengawasi minum obat, dan menjaga lingkungan rumah agar mencegah penularan lebih lanjut. Tapi masih banyak keluarga yang memiliki keterbatasan pengetahuan, sikap yang kurang mendukung, serta kemampuan yang belum optimal dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Kurangnya pemahaman dapat berdampak pada ketidakpatuhan pengobatan, risiko putus obat, bahkan terjadinya resistensi obat. Edukasi kesehatan keluarga menjadi sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta memperkuat kemampuan keluarga dalam merawat pasien TB secara tepat. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Metode Penelitian : Quasi experiment, dengan metode one group pretest-posttest tanpa grup kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan diagnosis TB paru dan sedang menjalani pengobatan sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil Penelitian : Sebelum diberikan edukasi mayoritas responden berpengetahuan kurang, sikap positif dan keterampilan kurang, setelah diberikan edukasi mayoritas responden berpengetahuan baik, sikap positif dan keterampilan baik. Ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru, dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan dan Saran : Ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan TB paru. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi keluarga sebagai program rutin dalam penatalaksanaan pasien TB paru.
Hubungan Literasi Kesehatan Digital dengan Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025 Desridius Chalid; Calisa Nisa’ Ayyubi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56560

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah literasi kesehatan digital. Kemampuan pasien dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan berbasis digital diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan tekanan darah. Namun, penelitian mengenai hubungan literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain observasional cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 dengan jumlah sampel 97 responden dari populasi 250 pasien hipertensi, menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui kuesioner literasi kesehatan digital dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital pengendalian hipertensi dengan kategori baik sebanyak 73 orang (75,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,004 (<0,05) yang menandakan terdapat hubungan signifikan secara statistik antara literasi kesehatan dengan pengendalian hipertensi. Kesimpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Disarankan kepada Puskesmas untuk mengembangkan program edukasi berbasis digital guna meningkatkan literasi kesehatan digital pasien sebagai upaya mendukung pengendalian tekanan darah yang optimal.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kesehatan di UPTD Puskesmas Jaka Mulya Juli Megaria Zalukhu; Desridius Chalid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23952

Abstract

ABSTRACT Patient satisfaction is a crucial indicator of healthcare quality, particularly in primary care facilities such as community health centers. This study used the Servqual model, which measures five dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Initial data from interviews with 10 patients showed that satisfaction levels remained below the 95% Minimum Service Standard (SPM), with physical aspects being the most common complaint. Factors such as waiting time, staff friendliness, facility availability, and communication quality also influenced patient satisfaction. Knowing the factors that influence patient satisfaction with health services. Analytical with a cross-sectional design. The sample in this study was a portion of patients who visited the UPTD Jaka Mulya Community Health Center in November 2025, totaling 86 respondents. The sampling technique used was random sampling. The majority of respondents said they were satisfied (70.9%), had good reliability (67.4%), had good responsiveness (77.9%), had good empathy (72.1%), and had good tangibles (80.2%). Reliability, responsiveness, empathy, and tangibles significantly influenced patient satisfaction at the Jaka Mulya Community Health Center (UPTD), with a p-value of 0.05. Reliability, Responsiveness, Empathy, and Tangibility influence patient satisfaction at the Jaka Mulya Community Health Center (UPTD). It is hoped that the health department will address the needs of healthcare workers at each community health center to ensure optimal health services. Keywords: Satisfaction, Reliability, Responsiveness, Empathy, Tangibles.  ABSTRAK Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada fasilitas pelayanan primer seperti puskesmas. Model servqual digunakan dalam penelitian ini dengan lima dimensi penilaian yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data awal melalui wawancara pada 10 pasien menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masih berada di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM) 95%, dengan aspek fisik menjadi keluhan terbesar. Faktor-faktor seperti waktu tunggu, keramahan petugas, ketersediaan fasilitas, serta kualitas komunikasi turut memengaruhi kepuasan pasien. Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien yang berkunjung di UPTD Puskesmas Jaka Mulya pada bulan November 2025 sebanyak 86 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan randoom sampling. Mayoritas responden mengatakan puas (70,9%), Reliability baik (67,4%), Responsiveness baik (77,9%),  Empaty baik (72,1%) dan Tangible baik (80,2%). Ada pengaruh Reliability, Responsiveness, Empaty dan Tangible terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Jaka Mulya, dengan nilai p value  0,05.  Ada pengaruh Reliability, Responsiveness, Empaty dan Tangible terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Jaka Mulya. Diharapkan dinas kesehatan dapat memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan setiap puskesmas agar pelayanan kesehatan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kata Kunci: Kepuasan, Reliability, Responsiveness, Empaty, Tangible.