Thalasemia merupakan pengelompokan kelainan genetik hetegoren yang disebabkan oleh penurunan sintesis rantai alfa dan beta hemoglobin (Hb). Hemoglobin bekerja untuk membawa oksigen melalui darah merah. Penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah secara rutin yang menyebabkan kelebihan zat besi sehingga penderita thalasemia harus mengkonsumsi obat kelasi besi untuk mengurangi zat besi yang berlebihan akibat keseringan transfusi darah. Peranan ibu selama pasien menjalani transfusi sangat diperlukan untuk mendampingi serta berperan sebagai perawat selama merawat anaknya, oleh karena itu evaluasi pengalamaan ibu dalam merawat anak thalassemia sangat diperlukan untuk keberhasilan dalam fase pengobatan. Artikel ini menggunakan 6 langkah diantaranya : merumuskan pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian, dengan mencari literatur yang sudah ada, menyaring data sesuai inklusi, menilai kualitas artikel, mengekstrak data dan menganalisa data. Didapat hasil dari 4 database diperoleh 7 artikel dengan rincian 2 dari artikel dari Pubmed, 1 artikel KnE Life Sciences, 1 artikel dari ScienCE direct dan 3 artikel EBSCO. Dari 7 artikel didapatkan bahwa orang tua mengalami tingkat stres dan syok, dukungan keluarga, kekuatiran tentang masa depan anak, kendala merawat anak, upaya dalam mengobati anak. Hasil review ditemukan karakteristik dan kekhawatiran terhadap anak, tantangan terkait diagnosis dan pengobatan, distres sosio-emosional dan psikososial, beban finansial, tantangan keluarga dan peran orang tua, dukungan sosial, kurangnya pengetahuan dan sumber informasi