Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi Pendidikan abad 21 terhadap kemampuan berpikir kritis sebagai kemampuan yang harus dimiliki siswa. Namun kemampuan berpikir kritis di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran konvensional seperti ceramah, kurangnya variasi media pembelajaran, dan terkesan monoton. Sehingga peneliti termotivasi untuk melakukan pengembangan media Ultakabi berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Kelas II Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan desain penelitian ADDIE. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas II pada Sekolah Dasar di Kabupaten Bekasi. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes. Sementara teknik analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif (deskriptif statistik, uji normalitas, uji N-Gain, dan uji-t) dan pendekatan kualitatif (tematik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Utakabi layak digunakan dengan hasil S-CVI sebesar 1.00 dari ketiga ahli, praktis digunakan dengan persentase kepraktisan sebesar 93,25% dengan kategori sangat praktis dan persentase N-Gain sebesar 68,18% dengan kategori cukup efektif untuk digunakan dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media Ultakabi berbasis Culturally Responsive Teaching efektif, layak, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Disarankan agar pengembangan media ini diperluas untuk materi dan jenjang kelas yang berbeda.