Penelitian ini dilatarbelakangi dari berbagai kendala yang dihadapi Madrasah Ibtidaiyah Ar-Rahman Palembang dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pemahaman terhadap penyusunan kurikulum yang efektif, belum semua pendidik mengikuti pelatihan, serta administrasi yang kurang efektif. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui empat aspek pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mix-methods) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Responden berjumlah 15 orang yang terdiri dari 8 peserta didik, 4 pendidik, 1 pengawas pembina, dan 2 unsur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data kualitatif dan kuantitatif secara bersamaan dan diuji keabsahannya melalui triangulasi konkuren. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: pertama, Konteks kurikulum merdeka memiliki dasar hukum yang kuat dan dirancang untuk responsif terhadap kebutuhan lokal serta mendorong pembelajaran yang inklusif dan inovatif; kedua, Madrasah menyediakan pelatihan bagi guru, fasilitas yang cukup, serta melibatkan orang tua dalam pelaksanaan kurikulum; ketiga, Proses pembelajaran menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam interaksi pendidik dan penggunaan metode pembelajaran yang variatif; keempat Produk implementasi kurikulum membawa dampak positif terhadap keterampilan keagamaan peserta didik baik di dalam maupun di luar madrasah. Meski masih ada kendala, kerja sama dengan pemerintah daerah sangat penting dalam mendukung keberlanjutan dan evaluasi kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya referensi evaluasi pendidikan dengan pendekatan yang holistik dan komprehensif khususnya di jenjang pendidikan madrasah ibtidaiyah.