Kemajuan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang besar dalam transformasi pendidikan modern, terutama jika diintegrasikan dengan teori konstruktivisme yang menekankan pembelajaran sebagai proses aktif membangun pengetahuan. Namun, integrasi antara AI dan teori konstruktivisme dalam pengembangan kecakapan abad ke-21 masih terbatas pada kajian konseptual dan belum dibahas secara sistematis dalam konteks pendidikan. Penelitian ini bertujuan menelaah secara komprehensif hubungan sinergis antara penerapan AI dan prinsip konstruktivisme dalam mendukung kecakapan abad ke-21, yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 129 artikel ilmiah terbitan 2015–2024 yang diperoleh dari basis data Scopus, WoS, ERIC, dan Google Scholar melalui seleksi berdasarkan relevansi dan kualitas publikasi. Analisis data dilakukan dengan teknik content analysis melalui tahap pengkodean, kategorisasi, dan sintesis tematik untuk menemukan pola konseptual tentang bagaimana AI dapat memperkuat pembelajaran konstruktivistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berfungsi sebagai mitra kognitif dinamis yang menciptakan lingkungan belajar adaptif, memberikan umpan balik instan, serta memfasilitasi personalisasi belajar berbasis refleksi. Integrasi ini memperkuat pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, integrasi AI dalam kerangka konstruktivisme mampu memperkuat pembelajaran aktif, reflektif, dan humanistik yang berorientasi pada pengembangan kecakapan abad ke-21 secara berkelanjutan.