Aninda Putri Sasi Kirana
STAI Madinatun Najah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kurikulum Merdeka dalam Penanaman Karakter Jujur Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Hasnida Hasnida; Dessy Syofiyanti; Rahni Julita; Lisnawati Lisnawati; Asma Laila Purnama; Aninda Putri Sasi Kirana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.648

Abstract

Pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam menanamkan nilai kejujuran sebagai pondasi moralitas. Namun, pasca-pandemi, pendidikan menghadapi tantangan besar terkait perubahan pola belajar dan interaksi sosial peserta didik. Data menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah kebiasaan belajar dari tatap muka menjadi daring, yang berdampak pada penurunan kualitas hubungan interpersonal antar siswa dan guru, serta mempengaruhi integritas akademik. Kejujuran yang merupakan salah satu karakter penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), mulai mengalami penurunan, terlihat dari meningkatnya pelanggaran akademik dan menurunnya sikap jujur di kalangan siswa. Di tengah kondisi ini, Kurikulum Merdeka hadir sebagai inovasi pendidikan yang berorientasi pada pemulihan pembelajaran serta penguatan karakter, termasuk penanaman nilai jujur dalam konteks PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Kurikulum Merdeka dalam penanaman karakter jujur melalui pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada panduan PRISMA. Dari 150 artikel yang dianalisis, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis secara tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberi ruang fleksibel bagi pembelajaran yang berpusat pada siswa, memperkuat keteladanan guru, pembiasaan moral, dan penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi kendala, terutama terkait dengan kurangnya pemahaman guru terhadap pendidikan karakter dan terbatasnya pelatihan berkelanjutan. Untuk itu, penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan alat ukur karakter yang objektif diperlukan agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal dan menghasilkan siswa yang jujur, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.