Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan metode scientific dalam pembelajaran IPAS serta mengkaji perkembangan kemampuan ilmiah siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berfokus pada dinamika proses pembelajaran dalam konteks kelas yang nyata dan alamiah. Subjek penelitian terdiri atas guru, siswa, dan kepala sekolah yang berperan sebagai informan pendukung guna memperkaya data penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi secara komprehensif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode scientific diterapkan secara terstruktur melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan dalam pembelajaran IPAS. Penerapan metode ini terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar serta berkontribusi signifikan terhadap perkembangan keterampilan proses sains, sikap ilmiah, dan kemampuan berpikir ilmiah. Faktor pendukung keberhasilan implementasi meliputi kompetensi guru dalam memahami dan mengelola pendekatan scientific, dukungan kebijakan sekolah yang kondusif, serta ketersediaan perangkat pembelajaran yang memadai. Sementara itu, sejumlah kendala turut ditemukan dalam pelaksanaannya, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa yang cukup beragam, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa metode scientific sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPAS sebagai upaya mengembangkan kemampuan ilmiah siswa secara berkelanjutan dan bermakna.