Agus Setiawan
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMATANGAN EMOSI SISWA SMA Pipit Nur Khoiriyah; Arri Handayani; Agus Setiawan
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan kematangan emosi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Dari 167 siswa yang terpilih, data lengkap yang dianalisis berjumlah 117 siswa. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri dan skala kematangan emosi. Skala efikasi diri terdiri atas 19 item valid dengan reliabilitas 0,832, sedangkan skala kematangan emosi terdiri atas 28 item valid dengan reliabilitas 0,907. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dan kematangan emosi dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,577 dan signifikansi 0,000. Hubungan tersebut berada dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin tinggi pula kematangan emosinya. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan layanan pribadi-sosial yang berfokus pada penguatan keyakinan diri dan pengelolaan emosi siswa.
Training on the Development of Mindfulness-Based Guidance and Counseling Media to Enhance School Counselors’ Competence in Supporting Student Well-Being Yunita Dwi Setyoningsih; Agus Setiawan; Agung Prasetyo
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9112

Abstract

This community service program aimed to improve guidance and counseling teachers’ competence in developing mindfulness-based counseling media to support student well-being. The program was conducted on May 12, 2026, at SMA N 1 Rembang in collaboration with the Senior High School/Madrasah Aliyah Guidance and Counseling Teachers’ Association of Rembang Regency, with funding from LPPM Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. A total of 51 teachers completed the pretest, while 46 completed the posttest. The training included interactive lectures, demonstrations, media design practice, simulations, discussions, and evaluation. Data were analyzed descriptively using means, percentages, categories, and open-response review. The pretest showed that participants’ initial competence was moderate to high, with a mean score of 3.39 or 67.70%. After training, the posttest score increased to 4.34 or 86.89%, categorized as very high. In the 17 comparable items, the score increased from 3.39 to 4.31. The highest improvement was found in confidence and implementation evaluation. This program indicates that practice-based training can strengthen school counselors’ competence in developing mindfulness-based media.Pelatihan Pengembangan Media BK Berbasis Mindfulness untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Well-Being SiswaABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan media BK berbasis mindfulness untuk mendukung well-being siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di SMA N 1 Rembang bersama mitra MGBK SMA/MA Kabupaten Rembang, dengan dukungan pendanaan LPPM Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Peserta yang mengisi pretest berjumlah 51 guru BK, sedangkan posttest diisi oleh 46 guru BK. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik perancangan media, simulasi, diskusi, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase, kategori, serta telaah respons terbuka. Hasil pretest menunjukkan kompetensi awal peserta berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan rerata 3,39 atau 67,70%. Setelah pelatihan, skor posttest meningkat menjadi 4,34 atau 86,89% pada kategori sangat tinggi. Pada 17 butir yang sama, skor meningkat dari 3,39 menjadi 4,31. Peningkatan terbesar terjadi pada kepercayaan diri dan evaluasi pelaksanaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat memperkuat kompetensi guru BK dalam mengembangkan media mindfulness untuk mendukung well-being siswa.Kata Kunci :guru BK; media BK; mindfulness; well-being siswa
PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 8 PATI Umi Syafa'atun Nikmah; Agus Setiawan; Desi Maulia
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.30098

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 8 Pati. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi prokrastinasi akademik adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 8 Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 242 peserta didik kelas VII, dengan sampel sebanyak 192 peserta didik yang diperoleh menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui skala self-efficacy dan skala prokrastinasi akademik, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,057 menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 5,7% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 94,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 8 Pati. Semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki peserta didik, maka semakin rendah perilaku prokrastinasi akademiknya.
HOMEROOM GROUP GUIDANCE AND STUDENTS’ UNDERSTANDING OF THE RISKS OF PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR Lia Rizki Innayah; Chr Argo Widiharto; Agus Setiawan
EDUCATIONE Volume 4, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i2.235

Abstract

Premarital sexual behavior among adolescents is associated with serious health and psychosocial risks, while school-based sexual health education in Indonesia remains constrained by cultural taboos and limited structured programs. This study examined whether participation in homeroom group guidance was associated with changes in students’ understanding of the risks of premarital sexual behavior. The study employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 15 ninth-grade students at SMP Negeri 41 Semarang, Indonesia. The intervention consisted of five homeroom group guidance sessions designed to provide structured information, guided discussion, and reflective learning on the risks and consequences of premarital sexual behavior. Descriptively, students’ mean scores increased from 17.2 on the pretest to 33.9 on the posttest, with a mean difference of 16.73. The available paired-samples output indicated a statistically significant pre-post difference, t(14) = 17.83, p < .001, with an estimated large paired effect size (dz = 4.60). However, because the posttest distribution was non-normal and the study used a one-group design without a comparison group, the finding should be interpreted as preliminary rather than as conclusive causal evidence. Overall, the results suggest that homeroom group guidance shows promise as a school-based approach for improving adolescents’ understanding of sexual health risks. Future studies should employ larger samples, comparison groups, and appropriate non-parametric or robust reanalysis using raw paired data to strengthen inference.