Akhmad Affandi
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Internalization of Moderate Islamic Values in Islamic Religious Education (PAI) Learning and Its Implications for Social Attitudes in Schools Hasan Khariri; Ilman Nafi'a; Akhmad Affandi; Iwan Iwan
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.927

Abstract

The increasing intolerance, student violence, and brawls in Indonesia indicate serious challenges in shaping the character of the younger generation, particularly within the school environment. This study aims to describe the process of internalizing moderate Islamic values in Islamic Religious Education (PAI) learning and its implications for the development of students’ social attitudes. This study employs a descriptive analysis method with a literature review approach, utilizing various secondary sources such as journals, books, news, and related official documents. The results of the study indicate that the internalization of moderate Islamic values, which include tawassuth, tawazun, i’tidal, tasamuh, musawah, syura, islah, awlawiyah, qudwah, and tahadhur, can strengthen students’ character in three main dimensions: cognitive awareness, affective appreciation, and behavioral manifestation. This process is in line with the theories of Vygotsky and Bandura, which emphasize the importance of learning through social interaction, exemplification, and modelling. The implementation of moderate values in PAI has implications for the improvement of positive social attitudes, such as tolerance, cooperation, justice, and respect for differences, which become essential capital in preventing conflicts among students and strengthening social harmony in schools. This study recommends strengthening a religious moderation-based PAI curriculum, teacher training in contextual approaches, and the creation of a conducive learning environment to support the sustainable process of internalizing moderate Islamic values.
STRENGTHENING THE MOTIVATION FOR CONGREGATIONAL PRAYER AND STUDENT CHARACTER THRU A CONTEXTUAL LEARNING APPROACH IN THE SUBJECT OF AKIDAH AKHLAK AT MDTA SHOBARUL YAQIN Syarifah Luthfiyah Yahya; Akhmad Affandi; Rosidi Rido
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11073

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effectiveness of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in enhancing students’ motivation to perform congregational prayers and in shaping character development in the subject of Islamic Creed and Ethics (Akidah Akhlak) at MDTA Shobarul Yaqin. The background of this research is the tendency of Islamic education to remain theoretical and insufficiently connected to students’ real-life experiences. This study employs a qualitative approach with a field study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of learning activities. The data were analyzed using descriptive qualitative techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the CTL approach, which emphasizes active student engagement through real-life practices, reflective discussions, and authentic assessment, effectively improves students’ discipline and devotion in performing congregational prayers. Furthermore, this approach successfully internalizes character values such as responsibility, discipline, cleanliness, and social awareness. The study concludes that CTL is an effective approach to integrating Islamic values with meaningful contextual learning experiences and is recommended to be implemented collaboratively by teachers, students, and the school environment to develop comprehensive and applicable Islamic character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan motivasi salat berjamaah serta pembentukan karakter siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MDTA Shobarul Yaqin. Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran Akidah Akhlak yang masih cenderung bersifat teoritis dan kurang terhubung dengan praktik kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui praktik nyata, diskusi reflektif, dan penilaian autentik mampu meningkatkan kedisiplinan dan kekhusyukan siswa dalam melaksanakan salat berjamaah. Selain itu, pendekatan ini efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kebersihan, dan kepedulian sosial. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa CTL merupakan pendekatan yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pengalaman belajar kontekstual yang bermakna, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara kolaboratif oleh guru, siswa, dan lingkungan sekolah guna membentuk karakter islami yang utuh dan aplikatif.
Character Ambiguity: Searching For New Approach To Islamic Education Textbooks Akhmad Affandi; Nurun Nufus; Zahira Jannataini; Nida Wafa
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i2.18804

Abstract

This research is based on the reality that character education in Islamic education textbooks remains inadequate, even though character education is crucial in shaping students with noble character and the ability to face moral challenges in the modern era. Character, as part of affective competence, must be taught clearly and consistently, just as cognitive and psychomotor competencies, to achieve balance in forming a complete and ideal personality. This study was conducted on Islamic Education textbooks for 11th grade used in schools across Indonesia, published by the Ministry of Education, Erlangga, Grafindo, and Tiga Serangkai. Using a qualitative approach, these textbooks were analyzed through content analysis to identify the extent to which character education values are integrated into them. The results show that all textbooks used as subjects in this study have not fully integrated character education optimally. Character education must be implemented by considering appropriate objectives, materials, methods, media, and evaluation.Keywords: Character Education, Affective Domain, Learning Components.
DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG-BANG PADA AKHLAQ SISWA Sopidi; Suci Alvisahr; Muslihudin; Akhmad Affandi
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kebiasaan perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 2) Menemukan dampak perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Akhlaq siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 3) Menganalisis Faktor yang menyebabkan siswa kecanduan Game online Mobile legend Bang-bang Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi pada saat penelitian dengan teknik pengumpulan data melalu observasi, wawancara, serta sudi dokumen. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, data display, serta pengambilan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) kebiasaan bermain game online Mobile Legend Bang-bang (MLBB) di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, yang dimulai sejak sekolah dasar dan dipengaruhi oleh teman, keluarga, serta YouTuber game. Lokasi bermain bervariasi, dengan durasi 1-2 jam di sekolah dan 4,5-10 jam di rumah, terutama saat libur. 2) Kecanduan game MLBB berdampak negatif pada akhlak siswa terhadap Allah SWT (menunda sholat), orang tua (mengabaikan perintah), diri sendiri (kesehatan terabaikan), sesama (fokus berkurang saat belajar), dan lingkungan (kebersihan terabaikan).3) Faktor-faktor yang memengaruhi kecanduan meliputi kebutuhan hiburan, dorongan kemenangan, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua. Intervensi yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan hiburan dan tanggung jawab siswa.