Stunting has become a significant national health issue in Indonesia, requiring the active participation of various parties, including university students, in prevention efforts. This community service activity was conducted in Cibarengkok Village, Bojongpicung District, Cianjur Regency, which has been identified as a stunting-prone village. The main objective was to determine the level of awareness of stunting among Cibarengkok Village residents and identify efforts to increase it. Participants in this community service activity were toddlers and pregnant women in the area. Using descriptive qualitative methods, data were collected through in-depth field observations. The results showed that community awareness of stunting in Cibarengkok Village remains relatively low. This is evident in the fact that many residents still do not understand the definition, causative factors, or long-term impacts of stunting on child health and development. As a solution, efforts were made to increase community awareness by implementing counseling programs at 7 integrated health posts (Posyandu), which serve as the main forum for preventing and addressing nutritional problems. Through the "YES Project" activities and educational seminars, it is hoped that behavioral changes and increased public understanding will lead to a healthier, stunting-free generation. Abstrak Stunting telah menjadi isu kesehatan nasional yang signifikan di Indonesia yang memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, untuk melakukan upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, yang diidentifikasi sebagai salah satu desa rawan stunting. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran warga Desa Cibarengkok terhadap stunting serta mengidentifikasi upaya-upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Partisipan pada kegiatan pengabdian ini adalah anak balita dan ibu hamil di wilayah tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan yang mendalam. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Desa Cibarengkok terhadap stunting masih tergolong cukup rendah. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya warga yang belum memahami definisi, faktor penyebab, maupun dampak jangka panjang stunting terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Sebagai langkah solusi, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga adalah dengan melaksanakan program penyuluhan di tujuh posyandu sebagai wadah utama pencegahan dan penanggulangan masalah gizi. Melalui kegiatan "YES Project" dan seminar edukasi, diharapkan terjadi perubahan perilaku dan peningkatan pemahaman masyarakat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas stunting di masa depan. Kata Kunci: edukasi gizi; kesadaran stunting; posyandu; upaya pencegahan