Pelepasan lahan pertanian oleh petani kepada pihak lain menyebabkan berubahnya lingkungan dari Pesawahan menjadi perumahan dan pabrik-pabrik Industri, sehingga lahan pertanian yang menjadi sumber pencaharian utama penduduk telah mengalami penyempitan. Berkurangnya lahan pertanian dan kegiatan pertanian di desa-desa perbatasan kota Bandung, menyebabkan banyak para petani yang beralih pekerjaan ke sektor non pertanian. Mereka yang beralih pekerjaan memerlukan jenis pekerjaan yang cocok dan menguntungkan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. Masa transisi yang dialami petani di pinggiran Kota Bandung memerlukan bantuan pembinaan, terutama yang berkaitan dengan alih pekerjaan dari petani ke sector non pertanian dan untuk memberdayakan petani yang tetap sebagai petani dengan kondisi lahan pertanian yang sempit, tetapi harus menghasilkan keuntungan yang memadai. Pemberian pelatihan keterampilan fungsional merupakan salah satu pemecahan masalah yang dihadapi para petani yang alih pekerjaan maupun yang meneruskan pekerjaan dalam pertanian dengan lahan yang makin berkurang. Beberapa jenis pelatihan keterampilan fungsional produktif yang diberikan, yaitu: Keterampilan menjahit (tata busana), keterampilan pengolahan kain perca, keterampilan pengolahan makanan, keterampilan sablon, keterampilan pembudidayaan jamur, keterampilan nata de coco. Selain materi keterampilan tersebut, setiap pelatihan dilengkapi dengan pemberian materi tentang: (1) manajemen produksi, pemasaran, dan keuangan, serta (2) pembinaan jiwa kewirausahaan