This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Uyoh Sadulloh
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan pembelajaran terpadu sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Uyoh Sadulloh
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.49

Abstract

Permasalahan yang dihadapi guru-guru Sekolah Dasar, di samping masalah kesejahteraan, juga berkaitan dengan masalah mutu proses dan hasil belajar di sekolah dasar. Salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian adalah adanya pembelajaran yang dengan tegas memisahkan konsep-konsep yang dipelajari baik intra maupun antar mata pelajaran. Dengan demikian pembelajaran di Sekolah Dasar cenderung berlangsung dengan pengkotakan isi kurikulum yang ketat. Pembelajaran semacam itu tidak akan memberi kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk mengembangkan konsep yang sebenarnya saling berkaitan satu dengan lainnya, bahkan saling berkaitan dengan lingkungan kehidupan anak. Pembelajar seperti itu kurang memberikan makna bagi perkembangan murid Sekolah Dasar yang memandang lingkungan hidupnya sebagai suatu kesatuan yang utuh. Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut di atas adalah perlu dikembangkannya model pembelajaran terpadu oleh guru-guru Sekolah Dasar. Pada saat sekarang model tersebut belum dapat dilaksanakan, karena di samping adanya pengkotakan isi kurikulum yang ketat dalam GBPP, juga dikarenakan kurangnya pemahaman dan keterampilan guru mengenai prinsip dan prosedur penggunaannya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan itu kepada para guru Sekolah Dasar perlu diberikan pelatihan dan sosialisasi penerapan model pembelajaran terpadu dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya di Sekolah Dasar.
Pelatihan keterampilan fungsional (bekal hidup) bagi masyarakat di lokasi kegiatan Kuliah Kerja Nyata di pinggiran Kota Bandung Uyoh Sadulloh
Jurnal Abmas Vol. 2 No. 1 (2002): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v2i1.53

Abstract

Pelepasan lahan pertanian oleh petani kepada pihak lain menyebabkan berubahnya lingkungan dari Pesawahan menjadi perumahan dan pabrik-pabrik Industri, sehingga lahan pertanian yang menjadi sumber pencaharian utama penduduk telah mengalami penyempitan. Berkurangnya lahan pertanian dan kegiatan pertanian di desa-desa perbatasan kota Bandung, menyebabkan banyak para petani yang beralih pekerjaan ke sektor non pertanian. Mereka yang beralih pekerjaan memerlukan jenis pekerjaan yang cocok dan menguntungkan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keterampilan yang dimiliki. Masa transisi yang dialami petani di pinggiran Kota Bandung memerlukan bantuan pembinaan, terutama yang berkaitan dengan alih pekerjaan dari petani ke sector non pertanian dan untuk memberdayakan petani yang tetap sebagai petani dengan kondisi lahan pertanian yang sempit, tetapi harus menghasilkan keuntungan yang memadai. Pemberian pelatihan keterampilan fungsional merupakan salah satu pemecahan masalah yang dihadapi para petani yang alih pekerjaan maupun yang meneruskan pekerjaan dalam pertanian dengan lahan yang makin berkurang. Beberapa jenis pelatihan keterampilan fungsional produktif yang diberikan, yaitu: Keterampilan menjahit (tata busana), keterampilan pengolahan kain perca, keterampilan pengolahan makanan, keterampilan sablon, keterampilan pembudidayaan jamur, keterampilan nata de coco. Selain materi keterampilan tersebut, setiap pelatihan dilengkapi dengan pemberian materi tentang: (1) manajemen produksi, pemasaran, dan keuangan, serta (2) pembinaan jiwa kewirausahaan