Mutiara Annandara
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan corak geometris dengan teknik sulam sebagai sumber belajar usaha busana Suciati Suciati; Astuti Astuti; Pipin Tresna Prihatini; Mandhe Sekar Nurindah; Mutiara Annandara
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.76474

Abstract

Creativity in female Islamic boarding school students can be fostered through mentoring in geometric pattern training with thread embroidery techniques. This activity is a unity between training female students on decorative pattern design techniques and thread embroidery techniques that can decorate Muslim wear products. This activity was carried out together with 50 female students of the Daruttakwien Islamic Boarding School, Bekasi Regency, Indonesia. Designing decorative patterns and thread embroidery techniques was carried out to improve skills, encourage creativity, introduce sources of decorative textile ideas, build economic independence, and promote Indonesian cultural heritage. The benefits include the development of creative industries in the Islamic boarding school environment, economic opportunities for female students, a better understanding of decorative design, and decorative innovation in Muslim wear designs. The activity method is a workshop, and the activity results show that participants have successfully designed simple geometric patterns, mastered basic embroidery techniques, and can produce unique works. This workshop activity helps increase interest in embroidery art and inspires participants to continue practicing and developing creativity in embroidery art. Therefore, it can be concluded that this activity succeeded in creating an enthusiastic and productive learning atmosphere for female students, increasing the knowledge and skills of female students as participants in the field of embroidering geometric patterns on Muslim wear.   Abstrak Kreativitas pada santriwati pondok pesantren dapat dibina melalui pendampingan pelatihan corak geometris dengan teknik sulam benang. Kegiatan ini merupakan kesatuan antara melatih santriwati mengenai teknik mendesain corak dekoratif dan sulam benang teknik ini dapat menghiasi produk muslimah wear. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan santriwati Pondok Pesantren Daruttakwien, Kab. Bekasi, Indonesia yang berjumlah 50 orang. Kegiatan mendesain corak dekoratif dan sulam benang teknik ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, mendorong kreativitas, memperkenalkan sumber ide dekoratif tekstil, membangun kemandirian ekonomi, mempromosikan warisan budaya Indonesia. Manfaat diantaranya pengembangan industri kreatif di lingkungan pondok pesantren, peluang ekonomi bagi santriwati, pemahaman yang lebih baik mengenai desain dekoratif, inovasi dekoratif dalam desain muslimah wear. Metode kegiatan bersifat workshop dan hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil mendesain corak geometris sederhana, menguasai teknik dasar menyulam dan dapat menghasilkan karya yang unik. Kegiatan workshop ini dirasakan sangat bermanfaat dalam meningkatkan minat terhadap seni sulaman dan menginspirasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kreativitas dalam seni sulaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil menciptakan suasana belajar yang antusias dan produktif dari santriwati, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santriwati sebagai peserta dalam bidang menyulam corak geometris pada muslimah wear. Kata Kunci: corak geometris; pakaian muslimah; teknik sulam
Aplikasi Korsase Painting Motif Bunga Lily Stargazer sebagai Ornamen Dekoratif pada Busana Pesta Sita Ratna Hapsari; Mutiara Annandara
Corak Vol 15, No 1 (2026): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Corak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v15i1.18791

Abstract

Pengembangan teknik dekoratif dalam desain busana terus berkembang, namun penerapan teknik painting pada korsase tiga dimensi belum pernah dikembangkan sehingga inovasi surface design belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menunjukkan untuk menghadirkan pendekatan baru yang mampu menggabungkan tekstur, warna, dan bentuk secara lebih kreatif. Penelitian ini bertujuan menciptakan busana pesta dengan model kamisol dengan aplikasi korsase painting motif Lily Stargazer serta menganalisis nilai estetikanya. Metode kualitatif dengan pendekatan penciptaan dilakukan melalui tiga tahap: eksplorasi untuk mengkaji karakter visual Lily Stargazer sebagai sumber ide, perancangan untuk menyusun moodboard, sketsa, dan penempatan korsase, serta perwujudan melalui pembentukan kelopak satin, pewarnaan menggunakan cat tekstil Pébéo Setacolor, dan perakitan korsase dalam berbagai ukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter visual Lily Stargazer terutama gradasi warna dan bentuk kelopak dapat diterapkan secara efektif dalam teknik korsase painting sehingga menghasilkan dekorasi tiga dimensi yang memperkuat kesan feminin dan elegan pada busana pesta kamisol.
The Application of Moon Orchid Corsage as a Decorative Element in Evening Gown Shofia Ahdia; Mutiara Annandara
Corak Vol 15, No 1 (2026): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Corak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v15i1.19447

Abstract

This study is motivated by the need to develop three-dimensional ornaments in evening wear that not only emphasize aesthetics but also represent local cultural identity. Although Indonesian flora possesses strong visual potential, its application as a decorative source of inspiration in evening gown design remains relatively limited. Therefore, this research aims to create an evening gown inspired by the morphological characteristics of the Moon Orchid (Phalaenopsis amabilis) through the application of corsage techniques as three-dimensional decorative elements, as a form of three-dimensional interpretation of Indonesia’s national flower. The study employs a creative design methodology consisting of exploration, design development, and realization stages. The findings indicate that the petal structure of the Moon Orchid can be effectively transformed into layered corsages using satin and organza, resulting in a soft yet dramatic three-dimensional effect. The completed work successfully highlights feminine and elegant qualities while presenting the identity of local flora within the context of contemporary fashion design.
ADAPTASI MOTIF BUNGA TULIP MELALUI TEKNIK SULAM PADA BUSANA PESTA PRIA Zamal Luthfi Kautsar; Mutiara Annandara
Corak Vol 15, No 1 (2026): Corak : Jurnal Seni Kriya
Publisher : Corak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v15i1.18763

Abstract

Perkembangan busana pria modern menunjukkan adanya perubahan estetika yang membuka peluang penggunaan motif floristik, meskipun bunga sering diasosiasikan dengan femininitas. Tantangan utama penelitian ini adalah bagaimana mengadaptasi motif tulip agar tetap menjaga karakter maskulin pada busana pesta pria. Penelitian ini bertujuan mengembangkan stilisasi motif tulip melalui teknik sulaman sehingga selaras dengan struktur busana pria. Metode yang digunakan adalah practice-based research melalui tahapan identifikasi ide, eksplorasi visual dan teknis, serta perwujudan karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bunga Tulip dan penerapan sulam rantai dan satin pada kain hitam menciptakan kesan tegas, elegan, dan modern. Karya akhir berupa jas dan celana pesta pria memperlihatkan integrasi harmonis antara floralisme dan konstruksi busana maskulin.