One of the fundamental steps that needs to be taken to improve the quality of human resources is to eradicate illiteracy among the community. This can be done by empowering the National Literacy Movement through various interactive activities, such as Arisan Baca Indung. The implementation of this community service aims to reduce illiteracy rates among mothers, improve the human development index in the education sector, and provide the community with an understanding of the importance of education and reading. This community service program uses an innovative approach called Arisan Baca Indung to provide an engaging and interactive learning experience for housewives. The program participants were 20 members of the Sukalilah Women Farmers Group. The stages of this community service program include program planning, program implementation, and program evaluation. The Arisan Baca Indung program has succeeded in improving reading skills through a creative group learning approach, where participants are involved in social activities such as social gatherings. This program has had an impact in reducing illiteracy rates, increasing awareness of the importance of education, and encouraging women's participation in local economic development through agricultural potential. Abstrak Salah satu langkah fundamental yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu memberantas buta aksara di kalangan masyarakat. Pemberantasan tersebut dapat dilakukan dengan memberdayakan Gerakan Literasi Nasional melalui berbagai kegiatan yang interaktif, seperti Arisan Baca Indung. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan angka buta aksara di kalangan ibu-ibu, meningkatkan indeks pembangunan manusia di sektor pendidikan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan dan membaca. Pengabdian ini menggunakan pendekatan inovatif yang disebut Arisan Baca Indung untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif bagi ibu rumah tangga. Partisipasi program yaitu Kelompok Wanita Tani Sukalilah yang berjumlah 20 orang. Tahapan dalam pengabdian ini meliputi perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program. Program Arisan Baca Indung berhasil meningkatkan kemampuan membaca melalui pendekatan kelompok belajar yang kreatif, di mana peserta dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti arisan. Program ini berdampak dalam menurunkan angka buta aksara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, dan mendorong partisipasi perempuan dalam pengembangan ekonomi lokal melalui potensi pertanian. Kata Kunci: buta aksara; pembelajaran; ibu rumah tangga; membaca; menulis