Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN KARAKTER MELALUI STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD N KALAODI KECAMATAN TIDORE TIMUR KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurain Jalaluddin; Ismail Maulud; Junita Susanti; Mudrika Ramadan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.40948

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul, Pembentukan Karaktermelalui Storytelling berbasis Kearifan Lokal di SD Tidore Timur Kota Tidore”. Marak berbagai berita media cetak maupun media online tentang yang tidak memiliki nilai kesopanan bahkan melakukan tindak kriminal baik di lingkungan keluarga maupun di ingkungan luar tempat tinggal. Sebagai contoh terdapat berita tentang seorang anak dengan sangat berani memukul orang tua dikarenakan orang tua tidak memenuhi permintaannya, atau kasus seorang siswa yang dengan berani memukul guru karena ditegur ketika dinilai melanggar tata tertib sekolah, dan masih banyak lagi tindakan atau prilaku ( siswa) yang mulai meresahkan. Berbagai fonemona prilaku sosial anak di atas menjadi ladasani kegiatan sosialisasi pembentukan karakter sejak usia anak ini. Pembentukan karakater anak dapat dilakukan baik di rumah maupun lingkungan ia berada seperti di sekolah. Guru di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Kearifan lokal berupa sastra lisan, baik dongeng seperti baik fabel maupun legenda merupakan sebuah media efektif yang dapat digunakan untuk membentuk karakter . Muatan lokal atau pesan moral dari dogeng dan legenda dapat memberikan gambaran sebab akibat dari sebuah tindakan atau perbuatan seseorang. Dongeng dan legenda yang merupakan kearifan lokal dapat dicerna dengan baik oleh anak usia kanak kanak ketika disampaikan melalui storytelling yang menarik dan komunikatif.
Social Media Advertising as a Vehicle for Developing EFL Students' Critical Language Awareness: A Critical Discourse Analysis Study in Language and Advertisement Class Ismail Maulud; Fitriningsih Pratiwi Mahmud; Ramis Rauf
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): In Press
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v6i3.2896

Abstract

The rapid expansion of social media has made digital advertising one of the most pervasive forms of multimodal discourse consumed by EFL university students on a daily basis. Despite its ideological richness—combining persuasive language, visual rhetoric, and social power relations—social media advertising remains underutilised as a critical object of study in Indonesian EFL higher education classrooms. This study investigates how the integration of social media advertising analysis into the Language and Advertisement course (Semester VI, Department of English Literature, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Khairun Ternate) can develop students’ Critical Language Awareness (CLA). Drawing on Fairclough’s three-dimensional Critical Discourse Analysis (CDA) framework—text, discursive practice, and social practice—integrated with Kress and van Leeuwen’s visual grammar, the study employs a qualitative classroom-based design with a total sample of 35 students (30 female, 5 male). Data were collected through pre-analysis tasks (pretest), CDA-structured in-class activities, post-analysis tasks (posttest), guided class discussions, and students’ written reflections. Pretest-to-posttest comparison reveals a marked qualitative shift: from surface-level, literal readings of advertising content towards ideologically aware and critically reflexive discourse analysis. Students progressed from identifying superficial promotional features to articulating how language, visual elements, and multimodal strategies construct identity, normalise consumption values, and reproduce social power relations. These findings confirm that social media advertising texts constitute productive and contextually relevant materials for CLA development in EFL higher education. The study contributes to SDG 4: Quality Education.