Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG STUNTING PADA KADER POSYANDU DI DESA GLADAKSARI KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI Ardiani Sulistiani; Titik Wijayanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45715

Abstract

Stunting adalah salah satu bentuk masalah dengan kondisi gagal tumbuh pada anak yang merupakan akibat dari kekurangan gizi sehingga pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usianya. Stunting didefinisikan sebagai kondisi anak dengan status yang memiliki Panjang dan tinggi badan yang kurang ( pendek) jika dibandingkan dengan umurnya(cahyati & Islami, 2022). World health Organization dalam laporan tahun 2022 menunjukkan bahwa secara global, terdapat 149,2 juta anak di bawah usia 5 tahun mengalami stunting, 45,4 juta kurus, dan 38,9 juta kelebihan berat badan. Stunting disebabkan oleh factor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh factor gizi buruk yang dialamai oleh ibu hamil maupun anak balita. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatan pengetahuan ibu ibu kader posyandu tentang stunting . Dari hasil adanya penyuluhan ini pengetahuan ibu ibu kader posyandu tentang stunting dasar meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemberian materi melalui ceramah, diskusi, Sasaran kegiatan ini adalah ibu ibu kader posyandu di Desa Gladaksari kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Jumlah peserta yaitu 31 orang. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan yang signifikan dimana kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Hal ini dibuktikan melalui hasil wawancara dan tanya jawab yang dilakukan kepada peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang stunting.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Whatsapp Group  terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Pernikahan Dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor Siti Ulfah Maftuhah; Ardiani Sulistiani
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.703

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang risiko pernikahan dini menjadi salah satu faktor penyebab praktik ini terus berlangsung. Penggunaan WhatsApp Group (WAG) sebagai media edukasi menawarkan alternatif metode penyampaian informasi yang praktis dan sesuai dengan gaya komunikasi remaja saat ini. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui WAG terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan  quasi eksperimental dengan pretest-posttest design tanpa kelompok kontrol. Sampel sebagian remaja putri sebanyak 32 orang . Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Accidental Sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Penelitian sebelum intervensi 32 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang "Kurang", setelah intervensi 28 responden (87,5%) menunjukkan tingkat pengetahuan "Baik". Hasil uji menunjukkan 0,001 (< 0,05) bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui WhatsApp Group terhdap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pernikahan dini di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor. Disarankan agar dinas kesehatan dan institusi terkait mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi kesehatan berbasis media digital seperti WAG secara berkelanjutan untuk menjangkau remaja lebih luas. Selain itu, perlu pendampingan dan support dari keluarga serta lingkungan untuk memperkuat perubahan perilaku pencegahan pernikahan dini.