Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia dengan total mencapai 1.794 peristiwa. Tingginya frekuensi ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti pemanasan global, deforestasi ilegal, menyusutnya area resapan akibat pembangunan, penyempitan alur sungai, serta erosi dan sedimentasi. Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI mengategorikan bencana ini ke dalam beberapa jenis, meliputi banjir bandang, luapan sungai atau danau, banjir lumpur, banjir rob, hingga banjir akibat curah hujan tinggi (Waru, 2023). Salah satu contohnya terjadi di Bali pada 9–10 September 2025 pagi, di mana hujan lebat yang terus-menerus memicu banjir dan mengakibatkan korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta kerugian material. Merespons fenomena tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan fokus utama pada edukasi kebencanaan banjir, yang baru pertama kali diangkat sebagai topik program. Sasaran kegiatan ini adalah anak-anak di Banjar Mandala Sari. Untuk mempermudah pemahaman, edukasi dilakukan lewat media visual menggunakan laptop untuk menayangkan video kartun berjudul "SiaGA Banjir" durasi 4 menit 41 detik dari kanal YouTube bnpb_indonesia. Konten video tersebut memuat informasi mengenai penyebab banjir di Indonesia serta panduan mitigasi, mulai dari tindakan sebelum, saat, hingga setelah bencana terjadi. Melalui program PKM ini, anak-anak diharapkan dapat memperoleh pengetahuan yang memadai, sehingga mereka mampu bersikap tenang, tidak panik, dan tanggap melakukan langkah-langkah mitigasi saat menghadapi banjir.