Syahrul Ramadhan Dlt
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK LANGSUNG PELATIHAN SABUN CUCI PIRING DI DESA BESADI KAB LANGKAT Rifanny Balqis; M Laksamana Ghafur; Syahrul Ramadhan Dlt; Muhammad Akbar Rosyidi Datmi; Siti Aisyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58917

Abstract

Pelatihan pembuatan sabun cuci piring merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Besadi, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini didasari oleh tingginya konsumsi sabun setiap hari yang membebani pengeluaran rumah tangga dan UMKM, padahal sabun dapat dibuat sendiri dengan bahan baku yang mudah ditemukan dan biaya yang lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak langsung pelatihan terhadap kemandirian rumah tangga dan UMKM, khususnya dalam hal kemampuan membuat sabun sendiri, perubahan perilaku pembelian, persepsi penghematan, serta niat keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei langsung menggunakan kuesioner terbuka yang diberikan kepada 16 responden yang terdiri atas 12 ibu rumah tangga dan 4 pelaku UMKM. Data dikumpulkan pada 3 hingga 7 hari setelah pelatihan dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 81,25% responden berhasil membuat sabun sendiri, 87,5% merasa lebih hemat dan sebagian besar mengalami penurunan pembelian sabun pabrik. Sebanyak 68,75% responden berniat melanjutkan produksi mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Desa Besadi berdampak positif terhadap kemandirian rumah tangga dan UMKM dalam jangka pendek, namun diperlukan melakukan evaluasi dalam rentang waktu yang lebih panjang (1, 3 dan 6 bulan) dan melibatkan lebih banyak responden dari beberapa desa.