Siti Fatikhah Nur Salsabila
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN COPING PSIKOLOGIS DAN TOLERANSI BUDAYA MELALUI PSIKOEDUKASI SERTA AKSI SOSIAL DESA Nailah Rizkiyanti Salma; Nasywa Felycianandra Aurantiviola; Vania Nazla Nurhaura; Siti Fatikhah Nur Salsabila; Hasna’ Pratiwi Kuswardani; Eka Yunitasari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59285

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan individu karena berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, serta menjalin hubungan sosial yang baik. Namun, literasi kesehatan mental masyarakat pedesaan masih tergolong rendah dan sering disertai stigma negatif terhadap gangguan psikologis. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kurang memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, kemampuan coping stress, serta toleransi budaya dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental, strategi coping stress, dan toleransi budaya melalui kegiatan psikoedukasi dan aksi sosial desa. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Nongosari, Desa Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan 116 peserta, terdiri dari 54 warga dewasa dan 62 anak-anak. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan, yaitu pemaparan psikoedukasi, fun games, dan pemaparan poster edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental, pengelolaan stres, pentingnya dukungan sosial, serta sikap toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan fun games dan aksi sosial juga membantu mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa empati antarwarga. Dengan demikian, kegiatan psikoedukasi dan aksi sosial berbasis komunitas dapat menjadi upaya yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis serta memperkuat hubungan sosial masyarakat pedesaan.