Mokh Suef
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tekno-Ekonomi Redundant Bag Filter Dibandingkan Multicyclone Pada Sistem Filtrasi Fly Ash Pltu Stoker Ahmad Asy’ari Syarif; Mokh Suef
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus (Inprogress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/4gfqbk73

Abstract

Fly ash merupakan salah satu limbah utama yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tipe Stoker. Pengelolaan fly ash di Pembangkit yang tidak optimal menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan operasional akibat akumulasi debu di sistem . Dengan terbitnya PP No. 22 Tahun 2021, fly ash dan bottom ash dari beberapa PLTU tidak lagi masuk dalam kategori limbah B3, namun tetap masuk dalam pengaturan pengelolaan lingkungan. Meskipun perubahan status ini mengurangi beban izin, pengelolaan tetap wajib memenuhi persyaratan teknis dan persetujuan lingkungan sesuai Permen LHK No. 6 Tahun 2021.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan dua teknologi sistem filtrasi fly ash, yaitu Redundant Bag Filter dan Multicyclone, dari aspek teknis dan ekonomi (tekno-ekonomi), secara serentak guna menentukan alternatif yang paling layak diterapkan pada PLTU Stoker. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari laporan operasional, biaya investasi, dan histori downtime. Lokasi penelitian mencakup PLTU Tidore (menggunakan Redundant Bag Filter) dan PLTU Ropa (menggunakan Multicyclone). Analisis dilakukan terhadap efisiensi penyaringan, jumlah dan durasi gangguan, biaya investasi (CAPEX), biaya operasional (OPEX), penghitungan Return on Investment (ROI), dan Net Present Value (NPV) serta Penilaian akhir dilakukan dengan Menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)  diharapkan untuk mengetahui perbandingan akhir antara Redundant Bag Filter dan Multicyclone mampu menunjukkan Teknologi Filtrasi yang paling tepat di implementasi PLTU Stoker secara teknis maupun secara ekonomis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan ROI dan NPV yang lebih baik.
Model Optimasi Konsolidasi Hot Dan Cold Maintenance Untuk Peningkatan Keandalan Operasional Pltmg Ambon Peaker Pada Sistem Kelistrikan Terisolasi Arnold Arung; Mokh Suef
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus (Inprogress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cd7mf872

Abstract

The Ambon Peaker Gas Engine Power Plant, with an installed capacity of 39.12 MW, plays a critical role in maintaining the reliability of the Maluku power system, which operates as an isolated system. As a peaker plant, the unit is required to maintain high operational readiness in responding to load fluctuations and system disturbances. However, frequent start-stop operation accelerates component degradation, increases maintenance requirements, and raises the risk of equipment failure if maintenance activities are not properly structured. Maintenance activities in gas engine power plants are generally carried out through Hot Maintenance and Cold Maintenance. Hot Maintenance minimizes operational disruption but is limited in terms of component accessibility, inspection depth, and occupational safety. In contrast, Cold Maintenance enables more comprehensive inspection and repair but requires unit shutdown and affects plant availability during the outage period. This research applies a descriptive-analytical case study approach through maintenance activity identification, classification based on operating conditions and outage requirements, model parameter development, consolidation scoring, scenario analysis, and expert validation through Focus Group Discussion (FGD). The proposed model classifies maintenance activities into Hot Maintenance, Cold Maintenance, Consolidated Planned Outage, and FGD Review. The results show that the proposed consolidation optimization model reduces cold outage frequency from 18 events to 3 events per year. Total outage duration decreases from 198 hours to 162.36 hours. The total cost of the consolidation model is estimated at IDR 1,353.6 million, resulting in cost savings of IDR 1,425.4 million or 51.3% compared with the baseline condition. In terms of reliability, the model improves EAF from 81.50% to 82.48%, reduces FOR from 8.50% to 6.70%, increases MTBF from 840 hours to 926.5 hours, and reduces MTTR from 22 hours to 19.74 hours. The contribution of this study is an applicable maintenance consolidation optimization model for peaker power plants operating in isolated power systems. The model can support structured maintenance work packaging, reduce repetitive maintenance activities, optimize resource utilization, improve planned outage effectiveness, and strengthen maintenance planning for the Ambon Peaker Gas Engine Power Plant.