Fachruli Isra Rukmana
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur???an dan Al-Kitab (Analisis Pendekatan Intertekstual Julia Kristeva) Sri Kurniati Yuzar; Fachruli Isra Rukmana
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 4 No 02 (2023): Desember 2023
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v4i02.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan unsur teks antara Al-Qur???an dengan Al-kitab dalam kisah nabi Zakaria dengan menggunakan teori intertekstual yang digagas oleh Julia Kristeva. Nabi Zakaria merupakan seorang nabi yang memiliki keteguhan hati yang kuat dan sikap yang sangat gigih dalam berdo???a. Allah SWT mengabulkan do???anya dengan memberikan berita gembira berupa akan lahirnya seorang bayi laki-laki dari rahim istrinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang menggunakan data dari literatur-literatur berupa buku, artikel jurnal, serta tulisan lain yang terkait dengan penelitian ini. Setidaknya ada dua permasalahan akademik yang dirumuskan pada penelitian ini. Pertama, Bagaimana Intertekstual kisah nabi Zakaria dalam Al-Qur???an dan Al-Kitab. Kedua, Bagaimana analisis kritis kisah nabi Zakaria dalam Al-Qur???an dan Al-Kitab. Hasil penelitian ini dapat dikelompokkan pada dua kategori, Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menceritakan kisah nabi Zakaria, narasi yang digunakan oleh Al-Qur???an telah mengalami transformasi dari teks Al-Kitab. Hubungan kedua teks ini dalam narasi kisah nabi Zakaria mewakilkan beberapa prinspip intertekstual yaitu berupa haplologi, ekspansi, eksistensi, konversi dan paralel. Kedua, Keteguhan dan kegigihan nabi Zakaria dalam berdo???a merupakan manifestasi dari kekuatan tauhid yang dimilikinya. Selain itu, ayat-ayat yang berbicara mengenai kisah biasanya merupakan ayat makiyah sehingga pada masa itu menjadi motivasi bagi nabi Muhammad SAW agar tetap bersabar dalam menghadapi segala bentuk rintangan dalam proses dakwahnya.
The Transformation of Mosques as Religious Tourism Destinations in Indonesia: An Examination into Hadiths Fachruli Isra Rukmana; Nurun Najwah; Sri Kurniati Yuzar
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i01.639

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui transformasi masjid sebagai destinasi wisata religi di Indonesia. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman membuat peradaban manusia mengalami perubahan cara pandang. Masjid yang memiliki fungsi sentral sebagai sarana dan tempat beribadah, kini mengalami transformasi multifungsi, yaitu sebagai destinasi wisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Sumber data yang digunakan adalah literatur seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan laman web yang disajikan secara kritis-analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid sebagai destinasi wisata religi tidak terlepas dari beberapa faktor, yaitu kemegahan bangunan dan fasilitas pendukung, catatan sejarah yang tak terlupakan, serta peningkatan spiritualitas dan religiusitas sebagai kebutuhan dasar manusia. Keberadaan masjid yang disulap menjadi destinasi wisata memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya dapat dirasakan oleh warga, yaitu meningkatkan umkm masyarakat yang tinggal di sekitar masjid, seperti pedagang kaki lima, tukang parkir, dan usaha berupa hotel dan penginapan lainnya. Namun, dampak negatifnya adalah kemacetan, pedagang kaki lima yang sulit ditertibkan, dan berkurangnya nilai kesakralan masjid yang seharusnya dapat menjaga nilai dan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.
Analisis Historis Kanonisasi Sahih Bukhari-Muslim Oleh Al-Hakim Al-Naisaburi Pada Abad 5 Hijriyah Fachruli Isra Rukmana; Abdul Haris; Sri Kurniati Yuzar
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v10i2.537

Abstract

This article discusses the role of al-Hakim al-Naisaburi in canonizing the sahih of Bukhari and Muslim and introducing them to hadith scholars so that the shahihain book becomes the authoritative hadith book in Islam. The development of hadith bookkeeping was carried out during the time of the Khalilah Umar bin Abdul Aziz in the 2nd to 3rd centuries AH, but the hadith books that had been collected were still considered ordinary books in general. Starting from this problem, the author formulated three problems which became the primary discussion in this research. a) what is the role of al-Hakim al-Naisaburi in carrying out the canonization process of the book of shahihain. b) how the existence of the shahihain book can become an authoritative source of Islamic law in Islam. c) what are the basic assumptions for the need for sharah evaluation of the authentic books of Bukhari and Muslim. The type of research applied in this analysis is qualitative research using a library research approach. Specifically, this research uses interpretive-historical analysis. The results of this research show that, from here the authentic books of Bukhari and Muslim became a reference to be used as a legal basis for Islamic school scholars, then the hadith scholars made the authentic books as a standard for writing hadith books and a standard for evaluating authentic hadiths thanks to al-Hakim al-Naisaburi. Therefore, Sahih Bukhari-Muslim is the main book of the Prophet's kalam heritage which must be preserved to this day