Nurul Aulia
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Tradition Of Ngaji Jama' (A Study Of Living Qur'an In The Dompu Community, West Nusa Tenggara) Nurul Aulia
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i01.370

Abstract

This Living Qur'an research discusses the tradition (Ngaji Jama') of reading the Qur'an using the rhythm of tartil and tilawah. Ngaji Jama' is a religious ritual performed by the people of Bima and Dompu, West Nusa Tenggara. It is held at night (Ba'da Isha). The series of events of the Ngaji Jama' tradition are: Wedding, circumcision and Tahlilan by chanting the Qur'an using rhythm together or taking turns. This study aims to find out the process of Ngaji Jama' in the tradition of religious rituals carried out at Ngaji Jama' Wedding, Khitanan and Tahlilan events. Furthermore, to find out what impact Ngaji Jama' has on the social life of the people of Dompu, West Nusa Tenggara. The recitation of the Qur'an undergoes transmission and transformation, namely, the Recitation of the Qur'an in the Companions Era, the Recitation of the Qur'an in the Middle Era and the Recitation of the Qur'an in the Contemporary Era. In this study the author used descriptive, qualitative methods, then strengthened by primary data sources, secondary data and analyzed the data by collecting data through observation, interviews and documentation. This research was conducted by interviewing several religious leaders as well as reciters and Qariahs among the Dompu community. Based on the results of the research, it can be concluded that the people of Dompu understand the Qur'an not only as a holy book, but also as the embodiment of an ideal society that is always close to the Qur'an. This is what distinguishes the Ngaji Jama' tradition from other regions when there is a formal or non-formal event. Keywords: Kata Tradition, Ngaji Jama???, Living Qur'an
PENDIDIKAN KARAKTER MARYAM DALAM AL-QUR'AN PERSPEKTIF TAFSIR QUR'AN KARIM KARYA MAHMUD YUNUS Nurul Aulia; Maghfiratuzzahroh; M. Yusril
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v6i1.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kisah Maryam, sebagaimana yang dipaparkan dalam Tafsir Qur???an Karim karya Mahmud Yunus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (liberary research). Kemudian diperkuat oleh data primer merujuk pada (Tafsir Qur???an Karim). Sedangkan data sekunder berupa cakupan dari tafsir, serta literature pendidikan karakter yang masih relevan dengan tema penelitian. Selanjutnya untuk analisis data berupa metode analisis isi dan pendekatan tematik, guna untuk menelusuri konstruksi pendidikan karakter pada narasi kisah mArtam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mahmud Yunus dalam tafsirnya mengemukakan kisah Maryam melalui corak edukatif, yang menekankan pada nilai-nilai iman, kesucian, kesabaran, ketaatan, serta keikhlasan sebagai dasar utama dalam pendidikan pada karakter Islam. Dari kelima nilai tersebut menjadi kunci utama dalam membentuk kepribadian Muslim dan Muslimah yang berakhlakul karimah yang baik dan tangguh. Penelitian ini juga menegaskan bahwasannya Mahmud Yunus dalam Tafsir Qur???an Karim tidak hanya menekankan pada nilai teologis saja, namun berkontribusi juga dalam membangun pengajaran yang berintegritas. Dengan demikian, Penggambaran kisah Maryam memberikan inspirasi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang tidak hanya memprioritaskan pada ilmu pengetahuan saja, namun juga pada pembinaan terhadap akhlak dan spiritualitas yang baik. Terlebih lagi pada konteks pendidikan modern, baik untuk umat Muslim maupun umat beragama.