Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Drama Korea ???Celebrity??? terhadap Degradasi Moral Qur???ani Remaja Ahlan; Nindyra; Umniati
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 5 No 01 (2024): Juni 2024
Publisher : LP3M Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v5i01.653

Abstract

Kehadiran Korean Wave di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pemuda Indonesia, sangat memengaruhi pandangan, gaya hidup, dan fashion remaja. Korean Celebrity menjadi salah satu tontonan yang sangat populer di kalangan pemuda Indonesia, khususnya perempuan. Kecenderungan untuk mengikuti gaya hidup dan cara komunikasi yang ditampilkan dalam tontonan tersebut menjadi sangat terlihat dalam pola kehidupan sehari-hari generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menonton drama Korea 'Celebrity' terhadap moral Qur'ani remaja. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi dalam penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk memahami bagaimana subjek penelitian memaknai dan menanggapi suatu pengalaman atau peristiwa. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan beberapa langkah, antara lain: Reduksi Data, Dilakukan untuk menyaring data yang relevan dengan penelitian. Klasifikasi Data, Bertujuan untuk mengelompokkan data ke dalam kategori tertentu sehingga lebih terfokus. Validasi Data, Bertujuan untuk memastikan keabsahan dan keandalan data yang telah dikumpulkan. Analisis Data, Melibatkan interpretasi data yang telah dikumpulkan dan diklasifikasikan. Peneliti mencari makna mendalam dan memahami bagaimana subjek memaknai pengalaman mereka. Data yang dikumpulkan meliputi fakta lapangan, buku, artikel, jurnal, dan informasi yang diperoleh dari internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama Korea 'Celebrity' memiliki dampak terhadap perkembangan moral generasi muda. Dampak positifnya termasuk perubahan cara berpakaian yang lebih fashionable, peningkatan citra diri, terbentuknya hubungan sosial, tumbuhnya motivasi dalam berbisnis, serta peningkatan mood dan semangat beraktivitas. Namun, dampak negatifnya lebih dominan, seperti sikap fanatik yang berpotensi menyebarkan kebohongan (hoax) di media sosial, usaha memaksa diri mengikuti gaya hidup aktris/aktor dalam drama, serta pemborosan waktu.
The Ngaha Aina Ngoho Philosophy as the Basis for the Ecological Movement Based on the Local Wisdom of the Mbojo Community Ahlan
Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 01 (2026): SAKAAI : Jurnal Sosial dan Humaniora
Publisher : AAI Pengda Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66919/sakaai.v3i01.82

Abstract

The philosophy of Ngaha Aina Ngoho is the local wisdom of the Mbojo people, which contains ethical values regarding the balance of human relations with nature, particularly in the context of responsible resource use. This philosophy literally affirms the principle of "eat but do not consume," which reflects moderation, sustainability, and rejection of excessive exploitation. This article aims to analyse Ngaha Aina Ngoho as a normative and practical basis for local wisdom-based ecological movements amid the contemporary environmental crisis. This study uses a qualitative approach with library research, examining written sources such as books, journal articles, previous research results, and cultural documents and local wisdom of the Mbojo community relevant to ecological issues. Data analysis was conducted descriptively and analytically, emphasising critical interpretation of the values, meanings, and socio-ecological functions of the Ngaha Aina Ngoho philosophy. The results of the study show that Ngaha Aina Ngoho not only functions as a symbolic-cultural value but also represents an ecological ethic that emphasises the principles of moderation, intergenerational responsibility, and environmental sustainability. This philosophy has great potential as an ethical framework for building ecological awareness in communities based on local cultural identity. However, the challenges of modernisation, economic pressures, and shifting cultural values have implications for the weakening of the internalisation of this philosophy in social practice. This study affirms that the revitalisation of Ngaha Aina Ngoho as the basis for local ecological movements has strategic relevance in formulating a contextual, participatory model of environmental conservation rooted in local wisdom as a civilised response to the global environmental crisis.