Fadlyatul Fajri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Untuk Deteksi Dini Anemia Pada Ibu Hamil Irma Sri Rejeki; Fadlyatul Fajri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v3i1.229

Abstract

Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Ibu Hamil . Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi zat besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 27,7% ibu hamil mengalami anemia. Bila dilihat berdasarkan kelompok umur, ibu hamil mengalami anemia paling tinggi pada kelompok umur 35-44 sebesar 39,6%, diikuti kelompok umur 25-34 sebesar 31,4%. Untuk mencegah anemia setiap ibu hamil diharapkan mendapatkan TTD minimal 90 Tablet selama kehamilan. Prevalensi anemia yang tinggi berakibat negative seperti yang pertama gangguan dan hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak, sedangkan yang kedua kekurangan Hb dalam darah mengakibatkan kurangnya oksigen yang dibawa/ditransfer ke sel tubuh maupun ke otak. Keadaan ini menunjukan bahwa kasus anemia meningkat setiap bulan, berdasarkan masalah diatas perlu di lakukan pengabdian kepada masyarakt “ Penyuluhan dan pemeriksaan Kadar hemoglobin sebagai Upaya deteksi dini anemia pada ibu hamil. Mitra pengabdian kepada masyarakat ini adalah Ketua STIKES Gunung Sari beserta Ketua Program Studi Kebidanan program Sarjana.  Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan menggunakan metode penyuluhan dan pemeriksaan hemoglobin ibu hamil menggunakan alat Hbmeter “easy touch”. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah diperiksanya 21 ibu hamil yang ada di wilayah Puskesmas Bontokassi Galesong Kabupaten Takalar. Dari seluruh peserta didapatkan rerata kadar Hb sebesar 10,5 g/dL, rerata umur ibu hamil adalah 20 tahun, Para peserta merasakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mereka demi kesehatan diri sendiri dan janinnya. Peserta juga berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilakukan secara rutin.
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan melalui Pelatihan Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugestif untuk Mendukung ASI Eksklusif Berbasis Komunitas Fadlyatul Fajri; Irma Sri Rejeki; Harlina Harlina; Sitti Hardiyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 4 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v4i1.353

Abstract

Pemberian ASI eksklusif masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat komunitas, termasuk keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung ibu menyusui melalui pendekatan nonfarmakologis. Pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif melalui penerapan terapi komplementer yang aman dan mudah diaplikasikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan stimulasi pijat endorphin, oksitosin, dan sugestif sebagai terapi komplementer berbasis komunitas dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung kepada kader kesehatan, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kader kesehatan dari 15% pada pre-test menjadi 97% pada post-test, serta peningkatan keterampilan dari 5% menjadi 98% setelah pelatihan. Kader kesehatan mampu memahami konsep terapi komplementer dan mempraktikkan teknik stimulasi pijat endorphin, oksitosin, dan sugestif secara benar dan mandiri. Pelatihan ini meningkatkan kesiapan kader dalam mendampingi ibu menyusui di komunitas. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan terapi komplementer berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan berpotensi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.