Intan Dewi Karnia Putri
Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Nutri-Level dan Pangan Fungsional Ubi Ungu sebagai Upaya Preventif Diabetes Tysa Runingsari; Dian Ayu Ainun Nafies; Intan Dewi Karnia Putri; Luna Sari; Salsabila Putri Ramadhani; Siti Fatimah; Sya’baniyah Lailatul Falikhah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 5 No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v5i2.407

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu tantangan degeneratif global kronis yang manifestasinya dominan terjadi pada usia dewasa, namun akumulasi faktor risikonya telah dimulai sejak usia remaja akibat pola konsumsi tinggi gula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi preventif diabetes, mengimplementasikan instrumen regulasi industri terbaru berupa peringkat mutu gizi (Nutri-Level), serta mengenalkan pemanfaatan ubi ungu sebagai alternatif pangan fungsional rendah indeks glikemik. Metode intervensi menggunakan rancangan edukasi gizi terstruktur satu kali pertemuan (one-shot education) berdurasi 45 menit yang diintegrasikan dengan demonstrasi formulasi praktis olahan ubi ungu. Responden pengabdian masyarakat melibatkan 43 responden siswa kelas 11 dan 12 Madrasah Aliyah (MA) Al Hidayah, Jenu, Kabupaten Tuban. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan lembar instrumen evaluasi objektif pilihan ganda yang telah divalidasi, dilanjutkan dengan teknik analisis deskriptif persentase untuk membandingkan proporsi tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi. Hasil analisis data menunjukkan fenomena unik di mana proporsi tingkat pengetahuan responden konstan dan tidak mengalami perubahan antara pre-test dan post-test, yaitu tetap bertahan pada angka 70% kategori paham dan 30% kategori tidak paham. Kestabilan kelompok mayoritas (70%) mengindikasikan terjadinya ceiling effect akibat paparan informasi awal yang optimal dari kurikulum sekolah dan media digital, sedangkan kelompok 30% mencerminkan hambatan cognitive overload terhadap istilah teknis baru. Kesimpulan dari pengabdian ini membuktikan bahwa untuk mengoptimalkan literasi gizi aplikatif, model sosialisasi temporer satu arah ke depan harus ditransformasikan menjadi program pendampingan kelembagaan sekolah yang berkelanjutan berbasis media edukasi digital interaktif.