Afifa Nuril Habibah
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar dalam Perspektif Filsafat Progresivisme Afifa Nuril Habibah
An-Nahdhah: Journal of Education and Culture Vol. 1 No. 2 (2026): An-Nahdhah: Journal of Education and Culture
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/an-nahdhah.v1i2.15

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi serta karakter. Konsep tersebut memiliki keterkaitan erat dengan filsafat progresivisme yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar ditinjau dari perspektif filsafat progresivisme serta mengidentifikasi relevansinya terhadap pengembangan proses pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan konsep Kurikulum Merdeka dengan prinsip-prinsip progresivisme sebagai landasan filosofis dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, serta dokumen kebijakan yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka dan filsafat progresivisme. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memiliki kesesuaian dengan prinsip-prinsip progresivisme, terutama pada aspek pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pemberian kebebasan dalam mengembangkan potensi, pengalaman belajar yang kontekstual, serta peran guru sebagai fasilitator. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan Profil Pelajar Pancasila mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka dapat dipandang sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai progresivisme dalam pendidikan dasar yang berpotensi meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik.