Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Islam di Daerah Tertinggal: Kajian Pustaka atas Tantangan Sosial dan Strategi Penguatan Karakter Darul Qutni Hakiki; Ilham Kamaruddin; Hamdan Saleh; Benny Prasetiya
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/bjmre829

Abstract

Social change, cultural globalization, digital technology development, and unequal access to education have created serious challenges for student character formation, particularly in underdeveloped regions. In the context of Islamic education, these challenges require character education that does not merely emphasize cognitive learning but also internalizes moral values, adab, responsibility, social care, and religiosity. This study aims to analyze the transformation of character education based on Islamic values in underdeveloped regions, focusing on socio-cultural challenges, educational inequality, the integration of Islamic values, the role of the educational ecosystem, and locally grounded character-strengthening strategies. This research employs a qualitative approach using a narrative-critical literature review method. Data were obtained from journal articles, conceptual studies, and previous research relevant to Islamic character education, moral education, underdeveloped regions, rural communities, and educational inequality. The data were analyzed through critical-thematic synthesis to identify patterns, major themes, and conceptual gaps in the literature. The findings show that Islamic character education in underdeveloped regions faces several challenges, including limited infrastructure, low digital literacy, unequal teacher quality, weak family support, socio-cultural value shifts, and inadequate character education management. The findings also highlight the importance of integrating Islamic values into the curriculum, strengthening religious habituation, teacher role modeling, school culture, family-community collaboration, and the use of local wisdom. This study proposes the Integrative-Contextual Model of Islamic Character Education Transformation as a conceptual framework for strengthening character education in underdeveloped regions. Future research is recommended to test this model through qualitative field studies, multi-site case studies, or mixed-methods research in frontier, outermost, and underdeveloped regions. Keywords: Islamic character education; Islamic values; underdeveloped regions; literature review; educational transformation.   Abstrak Perubahan sosial, globalisasi budaya, perkembangan teknologi digital, dan ketimpangan akses pendidikan telah menghadirkan tantangan serius bagi pembentukan karakter peserta didik, khususnya di daerah tertinggal. Dalam konteks pendidikan Islam, persoalan tersebut menuntut penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran kognitif, tetapi juga pada internalisasi nilai akhlak, adab, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di daerah tertinggal, dengan fokus pada tantangan sosial-budaya, ketimpangan pendidikan, integrasi nilai Islam, peran ekosistem pendidikan, serta strategi penguatan karakter berbasis konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review naratif-kritis. Data diperoleh dari artikel jurnal, studi konseptual, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pendidikan karakter Islam, pendidikan akhlak, daerah tertinggal, komunitas rural, dan ketimpangan pendidikan. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik-kritis untuk mengidentifikasi pola, tema utama, dan celah konseptual dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Islam di daerah tertinggal menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, kesenjangan kualitas guru, lemahnya dukungan keluarga, perubahan nilai sosial-budaya, dan belum kuatnya manajemen pendidikan karakter. Temuan penelitian juga menunjukkan pentingnya integrasi nilai Islam dalam kurikulum, pembiasaan religius, keteladanan guru, budaya sekolah, kolaborasi keluarga-masyarakat, dan pemanfaatan kearifan lokal. Penelitian ini menawarkan Model Integratif-Kontekstual Transformasi Pendidikan Karakter Islam sebagai kerangka konseptual bagi penguatan karakter di daerah tertinggal. Penelitian lanjutan disarankan menguji model ini melalui studi lapangan kualitatif, studi kasus multi-situs, atau mixed methods di wilayah 3T. Kata kunci: pendidikan karakter Islam; nilai-nilai Islam; daerah tertinggal; studi pustaka; transformasi pendidikan.
Pengaruh Pendidikan Akhlak dan Pengawasan Guru terhadap Pembentukan Sikap Anti-Bullying pada Siswa SMA Integral Hidayatullah Tanjung Selor Darul Qutni Hakiki; Ilham Kamaruddin; Hamdan Saleh; Muhammad Alfi Syahrin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/7281p202

Abstract

Bullying remains a serious issue in education because it affects students’ psychological safety, social relationships, and character development. This study is urgent in understanding internal and external school factors that may support the formation of students’ anti-bullying attitudes, particularly in the context of an Islamic integrated school. This study aimed to examine whether moral education and teacher supervision influence the formation of anti-bullying attitudes among students at SMA Integral Hidayatullah Tanjung Selor, both partially and simultaneously. A quantitative approach with an explanatory survey design was employed. Data were collected using a Likert-scale questionnaire administered to 63 students and analyzed using multiple linear regression. The findings show that moral education had a positive and significant effect on students’ anti-bullying attitudes (β = 0.962; t = 25.436; p < 0.001), while teacher supervision did not have a significant partial effect (β = 0.015; t = 0.407; p = 0.686). Simultaneously, moral education and teacher supervision significantly influenced students’ anti-bullying attitudes (F = 500.475; p < 0.001), with a coefficient of determination of 0.943. These findings indicate that moral education is the dominant factor in shaping students’ anti-bullying attitudes, while teacher supervision needs to be strengthened through more educative, empathetic, and character-integrated approaches. This study contributes to the development of character education studies focused on school violence prevention. Future research is recommended to involve broader samples and include additional variables, such as school climate, peer influence, parenting patterns, and social media use. Keywords: anti-bullying attitudes; bullying prevention; moral education; teacher supervision; character education ABSTRAK Bullying masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan karena berdampak pada keamanan psikologis, hubungan sosial, dan perkembangan karakter siswa. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami faktor internal dan eksternal sekolah yang dapat mendukung pembentukan sikap anti-bullying siswa, khususnya pada konteks sekolah integral berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan akhlak dan pengawasan guru berpengaruh terhadap pembentukan sikap anti-bullying siswa SMA Integral Hidayatullah Tanjung Selor, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert kepada 63 siswa dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap anti-bullying siswa (β = 0,962; t = 25,436; p < 0,001), sedangkan pengawasan guru tidak berpengaruh signifikan secara parsial (β = 0,015; t = 0,407; p = 0,686). Secara simultan, pendidikan akhlak dan pengawasan guru berpengaruh signifikan terhadap sikap anti-bullying siswa (F = 500,475; p < 0,001) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,943. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak menjadi faktor dominan dalam membentuk sikap anti-bullying siswa, sementara pengawasan guru perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih edukatif, empatik, dan terintegrasi dengan pembinaan karakter. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan karakter berbasis pencegahan kekerasan di sekolah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih luas dan menambahkan variabel lain, seperti iklim sekolah, teman sebaya, pola asuh orang tua, dan penggunaan media sosial. Kata kunci: sikap anti-bullying; pencegahan bullying; pendidikan akhlak; pengawasan guru; pendidikan karakter