Muhammad Husni Abdul Majid
STAI Alhikmah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reposisi Nilai Moderasi Beragama dalam Kebijakan Pendidikan Agama Islam: Analisis Kitab Adab al-Alim wa al-Muta’allim di Era Digital Anwar Ilham Mahbubi; Muhammad Husni Abdul Majid
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.4251

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif reposisi nilai-nilai moderasi beragama dalam kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui kajian analitis terhadap Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta‘allim karya KH Hasyim Asy’ari sebagai basis inovasi karakter peserta didik di era digital. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks, seperti banjir informasi, lemahnya etika bermedia, serta maraknya penyebaran paham radikal dan intoleran di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) dan metode analisis isi (content analysis). Sumber data utama meliputi dokumen kebijakan PAI, khususnya yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka, serta teks klasik karya KH Hasyim Asy’ari, yang diperkuat oleh literatur ilmiah kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama yang ditekankan dalam kebijakan PAI memiliki kesesuaian konseptual yang kuat dengan ajaran adab menuntut ilmu dalam pemikiran KH Hasyim Asy’ari. Reposisi nilai ini melahirkan inovasi karakter berupa penguatan sikap tabayyun, pengembangan etika komunikasi digital, serta internalisasi nilai tawadhu‘ dan toleransi. Integrasi nilai-nilai etika klasik ke dalam kebijakan pendidikan modern terbukti efektif sebagai filter moral bagi pelajar dalam menghadapi kompleksitas informasi di era digital. Dengan demikian, reposisi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tetap relevan dan mampu memberikan fondasi spiritual yang kokoh di tengah dinamika perubahan teknologi global.