Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam Ikram Humaidi; Mudhiatun Nuriyah; Feny Nursyahira; Annisa Nuri Amelia; Tiara Kasih; Veni Munawaroh; Angghi Surya Ramadhan; Jasma Hendra
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6239

Abstract

Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
Konsep Pendidikan Islam Menurut Al-Ghazali Ikram Humaidi; Adil Nuruddin Syamil; Annisa Ramadhanti; Asrarie Siti Ariyanggi; Biah Sabandyani; Fitri Aulia; Putri Audian
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6347

Abstract

Artikel ini membahas konsep pendidikan Islam menurut pemikiran Imam Al-Ghazali yang menekankan pembentukan manusia yang sempurna (insan kamil) melalui keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak. Pendidikan menurut Al-Ghazali tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pembinaan moral, spiritual, serta pembentukan karakter peserta didik. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan Islam menurut Al-Ghazali, mengkaji pandangannya tentang psikologi pendidikan dan perkembangan anak, serta mengetahui peran pendidik, metode pendidikan, dan klasifikasi ilmu dalam proses pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review atau studi kepustakaan, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang anak sebagai amanah yang memiliki potensi bawaan yang harus dikembangkan melalui pendidikan yang tepat sejak usia dini. Guru memiliki peran penting sebagai pembimbing dan teladan dalam membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik. Metode pendidikan yang dianjurkan meliputi keteladanan, nasihat, pembiasaan melakukan kebaikan, serta pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selain itu, Al-Ghazali juga mengklasifikasikan ilmu pengetahuan menjadi ilmu yang terpuji, ilmu yang tercela, dan ilmu yang perlu dibatasi, sehingga pendidikan diarahkan pada pengembangan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep pendidikan Al-Ghazali menekankan keseimbangan antara aspek intelektual, moral, dan spiritual dalam membentuk manusia yang berilmu, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Allah SWT. Kata kunci: Pendidikan Islam, Imam Al-Ghazali, Psikologi Pendidikan, Perkembangan Anak, Akhlak