Djupri Juma Pabeta
Universitas Islam Makassar

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

APLIKASI REFRIGERAN R-404A UNTUK MENGANALISA UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN PADA VARIASI PUTARAN KIPAS EVAPORATOR Muhammad Nasrul Saidhan; Djupri Juma Pabeta; Fadhli Rahman
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pendingin kini semakin penting untuk menjaga kualitas bahan makanan melalui proses pendinginan yang mencegah perkembangan mikroorganisme. Efisiensi sistem ini sangat bergantung pada perpindahan panas yang dilakukan oleh refrigeran melalui komponen utama seperti kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Variasi kecepatan aliran udara pada evaporator diketahui dapat mempengaruhi penyerapan kalor dan beban kerja kompresor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa unjuk kerja sistem pendingin yang menggunakan refrigeran R-404a dengan variasi putaran kipas evaporator pada posisi low (750 rpm), medium (1500 rpm), dan high (3000 rpm). Fokus penelitian adalah untuk menentukan putaran kipas yang optimal guna mencapai kinerja mesin yang maksimal pada unit cold room. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar menggunakan mesin pendingin cold room 3 PK. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan dan temperatur pada berbagai titik siklus pendinginan, serta pengukuran arus listrik kompresor. Analisis dilakukan dengan menghitung kerja kompresor, laju aliran kalor kondensasi dan evaporasi, serta Coefficient of Performance (COP) aktual maupun ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran kipas evaporator memberikan pengaruh signifikan terhadap performa sistem. COP aktual rata-rata tertinggi dicapai pada posisi high (3000 rpm) sebesar 1,79, diikuti posisi medium (1500 rpm) sebesar 1,60, dan posisi low (750 rpm) sebesar 1,51. Selain itu, kerja kompresor terendah ditemukan pada putaran high (0,44 kJ/s) dibandingkan pada posisi low (0,7 kJ/s), yang menunjukkan bahwa putaran kipas yang lebih tinggi membuat kerja kompresor menjadi lebih ringan. Variasi putaran kipas evaporator berpengaruh langsung terhadap unjuk kerja mesin pendingin. Putaran kipas posisi high (3000 rpm) merupakan pengaturan yang paling optimal karena menghasilkan efisiensi dan nilai COP tertinggi serta beban kerja kompresor yang paling rendah bagi sistem pendingin cold room yang menggunakan refrigeran R-404a.
MODIFIKASI KOMPRESOR KULKAS MENJADI POMPA ANGIN Kusnadi; Djupri Juma Pabeta; Suhardi Hafid
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah elektronik seperti kompresor kulkas bekas dapat diatasi melalui rekayasa ulang yang berorientasi pada pemanfaatan kembali komponen bernilai guna. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses modifikasi kompresor kulkas menjadi pompa angin serta menganalisis efisiensi energinya. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, perakitan, dan pengujian dengan durasi waktu 300 detik dan 600 detik. Parameter yang diamati mencakup tekanan udara, volume udara, tegangan, arus listrik, daya listrik, dan efisiensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan daya udara secara konsisten seiring waktu, meskipun diikuti dengan kenaikan konsumsi daya listrik. Efisiensi energi sistem relatif stabil dan menunjukkan tren peningkatan, mencerminkan konversi energi yang cukup baik. Keunggulan alat terletak pada desain yang ekonomis, peningkatan performa udara, dan efisiensi yang adaptif. Adapun kelemahan meliputi konsumsi daya tinggi serta tidak adanya sistem pendingin, yang dapat memengaruhi kinerja jangka panjang. Dengan demikian, alat ini dinilai layak untuk aplikasi ringan dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan efisiensi serta ketahanan operasional.