Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Paduan Suara Berbasis Fonetik Artikulatoris dan Semantik pada Kelompok Paduan Suara SMPK Ratu Damai Larantuka Bartoldus Sora Leba; Fransiska Jone Mare; Natalia Onie Lein; Yulius Pertama B Kelen
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1847

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kualitas performa paduan suara siswa SMPK Ratu Damai Larantuka melalui pelatihan berbasis fonetik artikulatoris dan semantik. Program dilatarbelakangi oleh dominannya fokus latihan paduan suara pada aspek musikal, sementara aspek kebahasaan seperti artikulasi dan pemaknaan lirik masih kurang mendapat perhatian. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari dengan melibatkan 18 siswa anggota paduan suara. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan artikulasi berbasis fonetik artikulatoris, pelatihan pemaknaan lirik berbasis semantik, simulasi paduan suara, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi artikulasi, rubrik interpretasi lirik, dan analisis rekaman audio sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan artikulasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,6%, yang ditandai oleh peningkatan kejelasan vokal, konsonan, dan pelafalan lirik. Kemampuan interpretasi lirik juga meningkat dengan rata-rata sebesar 20,7%, terutama pada pemahaman makna konotatif dan ekspresi sesuai makna lagu. Sebanyak 88,9% peserta mencapai kategori baik pada aspek artikulasi dan 83,3% pada aspek interpretasi lirik. Integrasi aspek linguistik dan musikal menghasilkan performa paduan suara yang lebih komunikatif, ekspresif, dan bermakna. Program ini menghasilkan model pelatihan interdisipliner yang berpotensi diterapkan dalam pembelajaran seni musik di sekolah
MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI SENI DAN EDUKASI KEPADA MASYARAKAT LOKAL DI DESA WAILEBE Fransiska Jone Mare; Bartoldus Sora Leba
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 3 (2025): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i3.4593

Abstract

Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa internasional yang sangat penting dikuasai di era globalisasi, terutama seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan komunikasi. Namun, motivasi belajar Bahasa Inggris di kalangan anak-anak dan remaja Desa Wailebe masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh metode pembelajaran konvensional, kesulitan dalam penulisan dan pengucapan, serta keterbatasan dukungan dari lingkungan sekitar. Menyikapi hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan menumbuhkan motivasi belajar Bahasa Inggris melalui pendekatan seni dan edukasi. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan peserta didik pada jenjang taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama. Program edukasi terdiri atas Fun English dan English Goes to School, sedangkan program seni berupa pementasan puisi, storytelling, modern dance, serta teater bertema climate change. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan bakti sosial berupa pembersihan lingkungan dan doa bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif peserta didik, baik dalam pembelajaran interaktif maupun dalam pementasan seni. Masyarakat juga memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini karena dinilai mampu menumbuhkan semangat belajar generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan.
Khazanah Semantik Leksikal Bahasa Ibu Dalam Sastra Lisan Syair Rae Raja Lima Fransiska Jone Mare; Bartoldus Sora Leba
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.4985

Abstract

Mother tongue stands as a crucial identity marker for cultural continuity within a community. However, the accelerating force of globalization has intensified language shift, placing many regional languages at risk of extinction as younger generations increasingly adopt dominant national and global languages. In response to this linguistic vulnerability, traditional oral literature plays an important role as a medium for preserving and transmitting local linguistic knowledge. This study aims to describe the lexicon contained in Sayir Rae Raja Lima and to explicate its contribution to the preservation of the mother tongue. The research employed a descriptive qualitative approach through text documentation, direct observation, and interviews with native speakers. The findings reveal that Sayir Rae Raja Lima contains a rich lexicon related to natural environments, social systems, traditional practices, kinship relations, and moral values that reflect the worldview and cultural identity of the local community. These lexical items function not only as linguistic units but also as cultural symbols that maintain collective memory and intergenerational transmission of knowledge. The analysis demonstrates that oral literature can serve as an effective strategy for conserving endangered languages by revitalizing vocabulary usage, strengthening cultural pride, and encouraging community participation in language maintenance. Thus, the documentation and analysis of traditional oral texts such as Sayir Rae Raja Lima provide significant contributions to sustaining the vitality of the mother tongue and reinforcing cultural identity in the era of globalization.