Baja ST 60 merupakan material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi dan industri, seperti pada pembangunan gedung bertingkat, jembatan, rel kereta api, komponen mesin berat, serta rangka kendaraan. Material ini dipilih karena memiliki kekuatan tinggi, ketahanan terhadap deformasi, dan ketersediaan yang luas dengan harga yang relatif terjangkau. Namun demikian, suhu memiliki pengaruh besar terhadap sifat mekanik baja ST60, terutama selama proses produksi dan perlakuan panas, di mana perubahan mikrostruktur akibat pemanasan dapat memengaruhi kekuatan, dan keuletan material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap kekuatan tarik (stress) dan regangan (strain) pada Baja ST 60, serta menentukan suhu perlakuan yang menghasilkan kombinasi kekuatan dan keuletan terbaik. Pengujian dilakukan pada variasi suhu 750°C, 850°C, dan 950°C, menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM) untuk memperoleh nilai tegangan dan regangan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik Besi Cor ST60. Pada suhu 750°C, material memiliki tegangan 783,898 MPa dan regangan tertinggi 73,420%, menunjukkan sifat lebih ulet namun kurang kuat. Pada suhu 850°C, diperoleh tegangan maksimum 1488,755 MPa dan regangan 33,638%, yang menunjukkan kombinasi kekuatan dan keuletan paling optimal. Sedangkan pada suhu 950°C terjadi penurunan kekuatan menjadi 1220,665 MPa dengan regangan 25,200% akibat efek pelunakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suhu perlakuan 850°C merupakan kondisi paling ideal bagi baja karbon ST 60, karena menghasilkan keseimbangan antara kekuatan tarik tinggi dan keuletan yang baik.